Pesawat Sipil Jatuh di Fasilitas Radar AS di Alaska, Delapan Penumpang Dipastikan Meninggal

- Redaksi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 04:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Porosjambimedia.comKecelakaan pesawat terjadi di kawasan terpencil Alaska, Amerika Serikat, Kamis (20/8/2026) waktu setempat. Pesawat yang dioperasikan berdasarkan kontrak sipil tersebut jatuh di sebuah fasilitas penerbangan milik Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) dan menewaskan seluruh delapan orang yang berada di dalamnya.

Lokasi kecelakaan berada di Cape Newenham, kawasan barat daya Alaska. Wilayah tersebut merupakan lokasi fasilitas radar jarak jauh yang digunakan untuk memantau lalu lintas udara di kawasan Alaska.

Informasi mengenai kecelakaan tersebut disampaikan Komando Alaska melalui pernyataan resmi. Tim penyelamat yang berhasil mencapai kawasan sekitar lokasi jatuhnya pesawat kemudian memastikan tidak terdapat korban yang selamat.

Jatuh di Area Fasilitas Radar

Pesawat yang mengalami kecelakaan diketahui merupakan pesawat yang dikontrak untuk keperluan sipil. Namun, pihak militer belum memberikan keterangan terperinci mengenai aktivitas para penumpang dan awak ketika pesawat berada di kawasan fasilitas radar tersebut.

Fasilitas di Cape Newenham merupakan bagian dari sistem pemantauan wilayah udara Alaska. Posisi fasilitas yang berada di kawasan terpencil membuat proses menuju lokasi kecelakaan menjadi salah satu tantangan bagi tim penyelamat.

Baca Juga :  Waspadai Tanda Tubuh Kekurangan Kolagen dan Dampaknya bagi Kesehatan

Setelah menerima laporan kecelakaan, personel penyelamat dikerahkan ke kawasan tersebut. Tim yang tiba di sekitar lokasi kemudian melakukan pemeriksaan dan memastikan seluruh orang di dalam pesawat telah meninggal dunia.

Penyebab Kecelakaan Masih Diselidiki

Komando Alaska menyatakan penyelidikan terhadap penyebab jatuhnya pesawat masih berlangsung. Hingga saat ini belum ada informasi resmi mengenai faktor yang menyebabkan pesawat kehilangan kendali dan jatuh di area tersebut.

Pihak berwenang juga belum mengungkap secara rinci jenis pesawat maupun kronologi lengkap sebelum kecelakaan terjadi.

Nama-nama korban belum diumumkan kepada publik. Militer AS menyatakan identitas para korban akan disampaikan setelah pihak keluarga masing-masing mendapatkan pemberitahuan resmi.

Langkah tersebut merupakan prosedur yang dilakukan sebelum identitas korban kecelakaan diumumkan secara terbuka.

Komando Alaska Sampaikan Belasungkawa

Kepala Komando Alaska, Robert Davis, menyampaikan duka mendalam atas insiden yang menewaskan delapan orang tersebut.

Baca Juga :  Strategi Menjawab Pertanyaan Wawancara Kerja agar Lolos Seleksi HRD

Menurutnya, kecelakaan itu menjadi kehilangan besar bagi keluarga korban maupun komunitas yang selama ini mereka layani.

“Ini adalah kehilangan yang menyedihkan bagi keluarga militer kami dan komunitas yang kami layani,” kata Davis.

Ia juga menyampaikan penghargaan terhadap mereka yang terlibat dalam pelaksanaan tugas di wilayah tersebut.

“Individu-individu ini adalah para profesional yang berdedikasi dan menjalankan misi penting dalam lingkungan yang sulit,” tambahnya.

Penyelidikan kini terus dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan, termasuk kondisi pesawat, faktor operasional dan keadaan di sekitar lokasi sebelum insiden terjadi.

Hingga proses investigasi selesai, pihak berwenang belum memberikan kesimpulan mengenai penyebab jatuhnya pesawat tersebut.  (Hst)

Berita Terkait

QRIS Terus Mendunia, BI Siapkan Ekspansi Pembayaran Digital ke Hong Kong, India hingga Arab Saudi
10 Hari Tertimbun Lumpur, Perempuan 64 Tahun di Nepal Ditemukan Selamat oleh Tim Penyelamat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
S&P Proyeksikan Rupiah Menguat ke Rp17.700 per Dolar AS pada 2026
Laporan ITE 4 Bulan Mengendap, Pelapor Akhirnya Dihubungi penyidik Polres Sarolangun
Patung Raksasa Lionel Messi di India Akan Dipindahkan Setelah Bergoyang Diterpa Angin
HIPMI Jambi Dukung Ekspor Kopi Kerinci ke Mesir, Melalui pelabuhan Talang duku, Generasi Muda Diajak Tembus Pasar Global
Meta PHK 8.000 Karyawan, Zuckerberg Janji Tak Ada PHK Massal Lagi Tahun Ini
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB