KERINCI,Porosjambimedia.com — Musibah angin puting beliung yang melanda Desa Tutung Bungkuk, Kecamatan Siulak, pada Senin (27/7/2026) menjelang waktu Magrib, menyisakan duka mendalam bagi masyarakat setempat.
Hembusan angin kencang tersebut memporak-porandakan pemukiman warga, merusak atap rumah, hingga sebagian di antaranya berterbangan diterjang dahsyatnya pusaran angin.
Di tengah duka akibat musibah tersebut, keluarga besar SMAN 4 Kerinci turut merasakan keprihatinan yang mendalam. Terlebih lagi, beberapa korban terdampak merupakan bagian dari keluarga besar sekolah itu sendiri, yaitu dua orang siswa dan satu orang guru SMAN 4 Kerinci.
Sebagai wujud nyata empati dan kepedulian sosial, sehari setelah kejadian, tim organisasi siswa SMAN 4 Kerinci yang didampingi oleh para pembina langsung bergerak cepat menggalang dana dari seluruh warga sekolah.
Aksi ini sekaligus menjadi ruang pembelajaran nyata bagi para siswa untuk menumbuhkan rasa empati, gotong royong, dan kepekaan terhadap kondisi masyarakat sekitar.
Semangat berbagi tersebut kemudian diwujudkan secara langsung pada Jumat (7/8/2026), seusai kegiatan Yasinan rutin. Bantuan yang berhasil dihimpun diserahkan secara simbolis kepada keluarga besar SMAN 4 Kerinci yang terdampak bencana.
Aksi peduli ini tidak berhenti sampai di situ. Wakil Kepala Sekolah bidang Humas, Bapak Gusmandri, S.Pd., bersama tim juga bergerak menuju lokasi kejadian untuk menyerahkan bantuan secara langsung kepada masyarakat di sekitar lingkungan sekolah yang turut terdampak bencana angin puting beliung.
Kepala SMAN 4 Kerinci, Nelly Afrianty, S.Si., M.Pd., menyampaikan bahwa aksi sosial ini merupakan bukti nyata bahwa sekolah bukan hanya tempat menuntut ilmu akademis, tetapi juga tempat membentuk karakter kemanusiaan.
“Musibah adalah bagian dari kehidupan yang tidak selalu dapat kita hindari, tetapi kepedulian adalah pilihan yang dapat kita lakukan. Melalui kegiatan SMAN 4 Kerinci Peduli Bencana ini, kami ingin menanamkan kepada seluruh warga sekolah bahwa pendidikan tidak hanya tentang prestasi akademik, tetapi juga tentang membangun empati, kepedulian, gotong royong, dan kepekaan sosial,” ujar Nelly Afrianty.
Beliau juga berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban para korban serta menjadi penguat bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi masa-masa sulit ini.
Melalui kegiatan ini, SMAN 4 Kerinci terus berkomitmen membangun budaya sekolah yang berkarakter, peduli, dan senantiasa hadir memberi manfaat nyata di tengah masyarakat. (Hst)















