SIGANA Hadir di Desa Pudak, Mahasiswa PPK Ormawa BEM UNJA Edukasi Warga Hadapi Risiko Kesehatan Pasca Banjir

- Redaksi

Rabu, 9 September 2026 - 02:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MUARO JAMBI, Porosjambimedia.com- Banjir tidak hanya meninggalkan genangan dan kerusakan pada lingkungan, tetapi juga dapat membawa berbagai risiko kesehatan bagi masyarakat. Setelah air surut, lingkungan yang masih kotor dan tercemar dapat menjadi tempat berkembangnya berbagai sumber penyakit. Kondisi tersebut membuat pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi dampak banjir.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa PPK Ormawa BEM Universitas Jambi 2026 menghadirkan SIGANA sebagai salah satu program kerja yang berfokus pada edukasi kesehatan masyarakat pasca banjir di Desa Pudak, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi.

Melalui rangkaian kegiatan edukasi, masyarakat diberikan pemahaman mengenai cara menjaga kesehatan setelah banjir, mencegah berbagai penyakit, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta melakukan penanganan awal terhadap kondisi lingkungan setelah air banjir surut.

 

Memulai Edukasi dari Dusun 1

Rangkaian kegiatan SIGANA diawali di Posyandu Sejahtera, Dusun 1, Desa Pudak, bersama Bidan Tika dan masyarakat Dusun 1. Kegiatan dibuka oleh pihak posyandu sebelum dilanjutkan dengan penyampaian materi edukasi oleh tim PPK Ormawa BEM Universitas Jambi.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan informasi mengenai berbagai hal yang perlu diperhatikan setelah banjir, mulai dari menjaga kondisi tubuh, mencegah penyakit, hingga menjaga kebersihan rumah dan lingkungan.

Edukasi juga menekankan pentingnya memperhatikan kondisi lingkungan setelah air surut. Rumah dan lingkungan yang masih kotor atau berpotensi tercemar perlu dibersihkan dengan cara yang tepat agar tidak menimbulkan masalah kesehatan baru bagi masyarakat.

Agar kegiatan tidak hanya berlangsung satu arah, peserta juga diberikan pre-test dan post-test untuk melihat pemahaman sebelum dan setelah edukasi. Kegiatan kemudian dilengkapi dengan kuis interaktif yang membuat masyarakat lebih aktif mengikuti materi.

Peserta yang berhasil menjawab pertanyaan dalam kuis mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi. Suasana tersebut membuat edukasi kesehatan berlangsung lebih menarik sekaligus mendorong masyarakat untuk berani berinteraksi dan menyampaikan pemahamannya.

Baca Juga :  Atta Halilintar dan Anang Hermansyah Soroti AI, Ancaman atau Peluang bagi Kreator?

Berlanjut ke Dusun 4

Edukasi SIGANA kemudian dilanjutkan di Dusun 4, Desa Pudak, bersama Bidan Sadiga. Kegiatan ini kembali mengangkat tema kesehatan pasca banjir dengan materi mengenai pencegahan penyakit, menjaga kondisi tubuh, perilaku hidup bersih dan sehat, serta langkah yang perlu diperhatikan ketika membersihkan rumah dan lingkungan setelah banjir.

Seperti kegiatan sebelumnya, masyarakat tidak hanya menjadi penerima informasi. Peserta diberikan ruang untuk berinteraksi melalui sesi tanya jawab dan kuis sehingga edukasi dapat berlangsung secara lebih aktif.

Pelaksanaan edukasi di dua dusun menjadi langkah awal untuk memperluas penyampaian informasi kesehatan kepada masyarakat Desa Pudak. Namun, tim PPK Ormawa BEM Universitas Jambi tidak berhenti pada edukasi di tingkat dusun.

Edukasi Kesehatan Akbar untuk Seluruh Desa Pudak

Setelah pelaksanaan edukasi di Dusun 1 dan Dusun 4, SIGANA dilanjutkan melalui edukasi kesehatan akbar yang melibatkan masyarakat dari seluruh dusun di Desa Pudak, yaitu Dusun 1, Dusun 2, Dusun 3, dan Dusun 4.

Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperluas jangkauan informasi kesehatan sehingga edukasi tidak hanya diterima oleh masyarakat di satu atau dua wilayah, tetapi dapat menjangkau warga Desa Pudak secara lebih luas.

Materi yang disampaikan tetap berfokus pada kesehatan pasca banjir, khususnya mengenai upaya mencegah penyakit, menjaga kesehatan tubuh, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta melakukan pembersihan rumah dan lingkungan secara tepat setelah banjir.

Tidak hanya edukasi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan cek kesehatan gratis bagi masyarakat. Warga mendapatkan pemeriksaan berupa pengukuran tekanan darah dan gula darah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepedulian terhadap kondisi kesehatan setelah menghadapi dampak banjir.

Baca Juga :  Terima Bantuan Bedah Rumah 146 Unit,  Wako Alfin : Manfaatkan Agar Rumah Layak, Sehat dan Nyaman

Kehadiran layanan pemeriksaan kesehatan tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka sekaligus menjadikan kegiatan SIGANA tidak hanya sebagai ruang edukasi, tetapi juga sebagai bentuk pelayanan kesehatan sederhana yang dapat dirasakan langsung oleh warga.

Dari Edukasi Menuju Kesiapsiagaan

Rangkaian SIGANA menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa PPK Ormawa BEM Universitas Jambi 2026 dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat Desa Pudak terhadap risiko kesehatan pasca banjir.

Edukasi yang diberikan tidak hanya membahas penyakit yang mungkin muncul, tetapi juga mengajak masyarakat memahami bahwa pencegahan dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Menjaga kebersihan tubuh, membersihkan rumah dan lingkungan dengan tepat, memperhatikan kondisi lingkungan, serta mengetahui langkah awal ketika muncul masalah kesehatan menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan setelah banjir.

Pelaksanaan kegiatan secara bertahap, mulai dari edukasi di tingkat dusun hingga edukasi kesehatan akbar, menjadi upaya untuk memastikan informasi dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Bagi Desa Pudak, SIGANA diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah kegiatan edukasi. Pengetahuan yang diperoleh masyarakat diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama ketika menghadapi kondisi pasca banjir.

Karena menghadapi banjir bukan hanya tentang bagaimana menyelamatkan diri saat air datang, tetapi juga bagaimana menjaga kesehatan setelah air surut. Dengan pengetahuan yang tepat, masyarakat dapat lebih siap mencegah penyakit, menjaga lingkungan, dan menghadapi dampak kesehatan akibat banjir di kemudian hari.

Berita Terkait

Peduli Dampak Kabut Asap, SMSI Kerinci-Sungai Penuh Bagikan 10 Ribu Masker Gratis
Mahasiswa BEM UNJA Bangun Sistem Pemantauan Air Berbasis Masyarakat di Desa Pudak
Dari Sekam Menjadi Arang Hayati: Mahasiswa PPK Ormawa BEM Universitas Jambi Bersama Warga Desa Pudak Olah Sekam Padi Menjadi Biochar
BPC HIPMI Kerinci Gelar Aksi Sosial Pembagian Ribuan Masker
Relawan Ahmad Zaki Meninggal Saat Jalankan Misi Kemanusiaan di NTT, Dedikasinya Tuai Doa
SMAN 4 Kerinci Peduli Bencana: Salurkan Bantuan Bagi Korban Puting Beliung Desa Tutung Bungkuk
Aksi Jumat Berkah Warung Buk Dorlan Tuai Apresiasi, 100 Kotak Nasi dan 100 Jus Dibagikan Gratis
Mari Ulurkan Tangan: Muhammad Farlan, Remaja 17 Tahun di Muara Semerah Berjuang Melawan Tumor Tulang
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB