JAKARTA, Porosjambimedia.com – Masjidil Haram dikenal sebagai salah satu tempat ibadah paling nyaman di dunia, meski berada di wilayah dengan suhu tinggi seperti Arab Saudi. Salah satu keunikan yang menarik perhatian adalah lantainya yang tetap terasa dingin meski diinjak tanpa alas kaki.
Rahasianya terletak pada material khusus yang digunakan, yakni Marmer Thassos. Marmer ini berasal dari Pulau Thassos di Yunani dan dikenal memiliki kemampuan luar biasa dalam menyerap serta memantulkan panas.
Marmer Thassos memiliki warna putih bersih dan termasuk salah satu marmer paling putih di dunia. Ketika terkena sinar matahari, permukaannya mampu memantulkan cahaya sehingga panas tidak terserap berlebihan. Selain itu, tingkat konduktivitas termal yang dimilikinya juga lebih tinggi dibandingkan batu kapur yang umum digunakan dalam bangunan.
Penelitian dalam jurnal internasional Construction and Building Materials (2021) menyebutkan bahwa sifat termofisika marmer ini mampu memantulkan sekaligus melepaskan panas radiasi matahari, sehingga permukaannya tetap sejuk meskipun berada di bawah terik matahari.
Tak hanya itu, setiap lempengan marmer memiliki ketebalan sekitar lima sentimeter dan memiliki pori-pori halus yang mampu menyerap kelembapan di malam hari, lalu melepaskannya kembali pada siang hari. Proses ini membantu menjaga suhu permukaan tetap dingin.
Dari sisi harga, marmer ini tergolong premium. Berdasarkan informasi pemasok, harga per meter persegi bisa mencapai ratusan dolar AS, menjadikannya salah satu material bangunan dengan nilai tinggi.
Penggunaan marmer Thassos juga tidak hanya di Masjidil Haram. Material ini turut digunakan di sejumlah bangunan bersejarah dunia seperti Hagia Sophia serta Masjid Nabawi.
Proses pemasangan dan perawatan lantai di Masjidil Haram pun dilakukan secara ketat. Tim teknis bekerja sepanjang waktu untuk memastikan kualitas dan kenyamanan tetap terjaga bagi jutaan jemaah yang beribadah setiap harinya.
Dengan teknologi material dan perawatan yang maksimal, lantai Masjidil Haram tidak hanya menjadi simbol kemegahan, tetapi juga bukti perpaduan antara ilmu pengetahuan dan kenyamanan dalam arsitektur modern. (Hst)















