Asia Tenggara Diprediksi Lebih Panas, BMKG: Puncak Kemarau Indonesia Terjadi Agustus 2026

- Redaksi

Selasa, 17 Maret 2026 - 07:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Porosjambimedia.com – Kawasan Asia Tenggara diperkirakan akan menghadapi periode panas yang lebih ekstrem dari biasanya pada awal musim panas tahun ini. Prediksi tersebut disampaikan oleh Pusat Meteorologi ASEAN atau ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC).

Dalam laporan terbaru, ASMC memperkirakan suhu udara di kawasan Asia Tenggara akan berada di atas rata-rata selama periode Maret hingga Mei. Bahkan, peluang suhu berada di atas kondisi normal di Indonesia dan Malaysia diperkirakan mencapai 80 hingga 100 persen.

Kondisi panas yang tidak biasa ini diprediksi akan lebih dulu dirasakan di Indonesia dan Malaysia sebelum kemudian meluas ke sebagian besar wilayah daratan Asia Tenggara dalam dua bulan ke depan.

Media internasional melaporkan bahwa sebagian besar wilayah Thailand serta Vietnam bagian utara juga diperkirakan akan mengalami suhu yang cukup tinggi. Sementara itu, beberapa wilayah seperti Vietnam tenggara, Kamboja, serta sebagian wilayah Filipina diperkirakan masih berada pada kisaran suhu mendekati normal.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa awal musim kemarau di Indonesia pada tahun 2026 berpotensi datang lebih cepat di sejumlah daerah.

Baca Juga :  Sidang Paripurna DPR, Puan Soroti Peran Indonesia di Dewan Perdamaian Terkait Gaza

Berdasarkan analisis BMKG, sekitar 325 Zona Musim atau sekitar 46,5 persen wilayah diprediksi mengalami kemarau lebih awal dari biasanya. Kemudian 173 Zona Musim atau 24,7 persen diperkirakan sesuai dengan pola normal, sedangkan 72 Zona Musim atau 10,3 persen berpotensi mengalami kemarau lebih lambat.

Wilayah yang diprediksi memasuki musim kemarau lebih cepat antara lain sebagian besar Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian selatan dan timur, sebagian Sulawesi, Maluku hingga beberapa wilayah Papua.

BMKG juga memproyeksikan bahwa puncak musim kemarau di Indonesia akan terjadi pada Agustus 2026. Pada periode tersebut, suhu panas diperkirakan paling terasa di wilayah Kalimantan dan Sulawesi.

Meski memasuki September, suhu tinggi masih berpotensi dirasakan di beberapa wilayah, terutama Sulawesi bagian utara dan timur serta sebagian wilayah Maluku.

Lebih lanjut, BMKG memperkirakan sifat musim kemarau tahun 2026 akan cenderung lebih kering dari kondisi normal. Sebanyak 451 Zona Musim atau sekitar 64,5 persen wilayah diprediksi mengalami kemarau lebih kering dari biasanya, sementara 245 Zona Musim atau 35,1 persen berada dalam kategori normal.

Baca Juga :  MUI Minta Umat Tenang Beribadah, Sweeping Diserahkan ke Pemerintah

Hanya tiga Zona Musim atau sekitar 0,4 persen wilayah yang berpotensi mengalami kemarau lebih basah dari kondisi normal, yakni di sebagian wilayah Gorontalo dan Sulawesi Tenggara.

Selain itu, durasi musim kemarau pada sekitar 57,2 persen wilayah Indonesia diperkirakan akan berlangsung lebih panjang dibandingkan kondisi normal.

Sebagai langkah antisipasi, BMKG mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan dari berbagai sektor. Dalam sektor pertanian misalnya, petani disarankan menyesuaikan jadwal tanam serta memilih varietas tanaman yang lebih tahan terhadap kekeringan, hemat penggunaan air, dan memiliki masa panen yang lebih singkat.

Pengelolaan sumber daya air juga perlu diperkuat, seperti melalui optimalisasi tampungan air serta perbaikan sistem distribusi air. Selain itu, pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penurunan kualitas udara serta risiko kebakaran hutan dan lahan. (Sfw)

Berita Terkait

Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik, Ombudsman RI Pantau Layanan Penumpang di Bandara
Erupsi Anak Krakatau Picu Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Bakauheni
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Jakarta, BNPB Kerahkan Modifikasi Cuaca hingga Malam
Perkuat Penanganan Karhutla, Jambi Dapat Tambahan Helikopter Water Bombing dari Pemerintah Pusat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pemerintah Siapkan Rekonstruksi Rumah Korban Gempa NTT, Pendataan Jadi Prioritas
Hotspot Karhutla di Kalimantan Meningkat 4 Kali Lipat dalam Sehari
Korban Gempa M 7,7 di NTT Capai 83 Orang, Ribuan Warga Masih Terdampak
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB