POROS, SUNGAI PENUH – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. BMKG Kerinci menyebutkan bahwa musim kemarau di Kabupaten Kerinci dan Kota sungai penuh akan terus berlangsung 5 – 7 bulan kedepan.
Kepala Stasiun Meteorologi Depati Parbo Kerinci Kurnia Ningsih mengatakan, sejak awal Mei 2025 kemaren Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh sudah mulai memasuki musim kemarau.
“Sejak Awal mei kemarin Kabupaten Kerinci dan Kota sungai penuh sudah masuk Dasarian Pertama”.
Ningsih menerangkan, Dasarian adalah rentang waktu selama 10 hari. Istilah ini digunakan dalam meteorologi untuk mengidentifikasi periode waktu dalam analisis curah hujan dan musim.
“Misalnya, satu dasarian dalam bulan Mei akan terdiri dari 10 hari pertama (1-10 Mei), kemudian 10 hari berikutnya (11-20 Mei), dan seterusnya” Terangnya
Terkait Musim kemarau di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, sebelumnya Pihak Stasiun Meteorologi Depati Parbo Kerinci telah menyampaikan pemberitahuan resmi kepada Pemerintah Daerah dan instansi terkait agar waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan, seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Lewat siaran interaktif di Radio Andalas Fm Kerinci, Ningsih juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dan membuang puntung rokok sembarangan disaat musim kemarau sedang berlangsung.
“Asap hasil pembakaran lahan bukan saja menimbulkan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), tetapi juga dapat mempengaruhi jarak pandang menjadi terbatas.
Selain riskan terjadinya karhutla, dampak kemarau juga mengancam gagal panen bagi para petani, khususnya petani padi sawah.
Berdasarkan pantauan Media Andalas Group di lapangan, ratusan hektare persawahan di kecamatan Air Hangat dan Kecamatan Air Hangat Barat saat ini terlihat kekeringan akibat tiada pasokan Air yang mengalir. Jika Kondisi ini tidak lekas diatasi maka ratusan hektare sawah akan terancam gagal panen.
Tompasmi (60) yang merupakan Petani sawah di Kecamatan Air Hangat Barat mengeluhkan sawah miliknya dan juga masyarakat sekitar yang kekeringan.
“Kami mohon kepada Pemerintah Daerah, khususnya Bapak Bupati Kerinci agar memperhatikan nasib kami para petani di sawah, tolong berikan solusi agar sawah Kami bisa di aliri Air” pinta nya
Penulis : Red















