Jakarta,Porosjambimedia.com– Militer Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap kapal yang diduga terlibat dalam jaringan penyelundupan narkoba di wilayah Laut Karibia. Operasi tersebut menewaskan tiga orang yang disebut sebagai pelaku penyelundupan, menurut pernyataan resmi Komando Selatan AS.dilansir kantor berita AFP, Sabtu (14/2/2026).
Dalam pernyataan yang dipublikasikan melalui media sosial, militer AS menyebut operasi dilakukan berdasarkan informasi intelijen yang menunjukkan kapal tersebut melintasi jalur yang dikenal sebagai rute utama perdagangan narkoba. Mereka juga menegaskan tidak ada personel militer Amerika yang mengalami luka dalam operasi tersebut.
Serangan ini merupakan bagian dari kampanye militer Amerika Serikat yang dimulai sejak September 2025, dengan tujuan menghentikan aktivitas penyelundupan narkotika melalui jalur laut. Hingga saat ini, operasi serupa telah dilakukan puluhan kali dan menewaskan sedikitnya 133 orang yang diduga terkait jaringan narkoba.
Namun, kebijakan tersebut memicu kritik dari sejumlah pihak, terutama terkait aspek legalitas dan kurangnya bukti publik yang menunjukkan keterlibatan langsung kapal-kapal tersebut dalam aktivitas narkoba. Sejumlah pengamat menilai operasi tersebut berpotensi melanggar hukum internasional jika tidak disertai proses hukum yang jelas.
Serangan terbaru ini juga terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Amerika Latin, termasuk operasi militer sebelumnya yang menargetkan tokoh penting Venezuela. Situasi ini semakin memperumit hubungan politik dan keamanan di kawasan tersebut. (Dta)















