Pesawat Tempur AS Disamarkan Saat Hantam Kapal Penyelundup

- Redaksi

Rabu, 14 Januari 2026 - 08:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Washington DC, Porosjambimedia.com- Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) diduga menggunakan taktik penyamaran dengan mengecat pesawat militernya menyerupai pesawat sipil dalam operasi penyerangan terhadap sebuah kapal yang dituding terlibat jaringan penyelundupan narkoba. Operasi yang dilakukan pada 2025 itu menewaskan sedikitnya 11 orang dalam serangan awal.

Temuan tersebut diungkap media Amerika Serikat, The New York Times, dalam laporan investigatif yang dipublikasikan Senin (12/1) waktu setempat. Laporan itu menyebutkan bahwa langkah militer Washington berpotensi melanggar hukum humaniter internasional.

Menurut hukum konflik bersenjata, kombatan dilarang menyamar sebagai warga sipil untuk mengecoh lawan. Praktik tersebut dikategorikan sebagai bentuk “pengkhianatan” dan dapat diklasifikasikan sebagai kejahatan perang.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengumumkan operasi tersebut melalui media sosial pada 2 September 2025. Ia menuding target serangan merupakan bagian dari organisasi kriminal Tren de Aragua, yang menurutnya berafiliasi dengan pemerintahan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan terlibat dalam kejahatan lintas negara, termasuk narkoba dan perdagangan manusia.

Baca Juga :  Fajar Sadboy Buka Suara soal Isu Riders Mewah Make Up Dior hingga Mobil Alphard

Laporan NYT mengungkap bahwa pesawat militer yang digunakan telah dimodifikasi secara visual agar tampak seperti pesawat sipil. Persenjataan juga ditempatkan di dalam badan pesawat, bukan di bagian luar sayap, guna menghindari identifikasi sebagai alutsista militer.

Gedung Putih kemudian mengonfirmasi bahwa operasi tersebut merupakan perintah seorang perwira tinggi Angkatan Laut AS atas mandat Menteri Pertahanan Pete Hegseth. Operasi itu mencakup strategi “double-tap”, yakni menyerang target yang sama sebanyak dua kali.

Dalam serangan lanjutan, militer AS kembali menembaki korban selamat yang terlihat melambaikan tangan sambil bertahan di atas puing-puing kapal. Tindakan ini memicu pertanyaan serius terkait kepatuhan militer AS terhadap hukum internasional.

Baca Juga :  Pemkot Sungai Penuh Raih Juara 3 Stand Terbaik Jambi Mantap Fest 2026

Sejak operasi pertama, AS juga mengerahkan aset militer lain yang lebih mudah dikenali, termasuk drone tempur MQ-9 Reaper, untuk menyerang target serupa.

Secara keseluruhan, tercatat sedikitnya 107 orang tewas dalam sekitar 30 serangan militer AS sejak September 2025. Sebagian besar serangan terjadi di kawasan Pasifik Timur dan Karibia.

Isu dugaan pelanggaran hukum perang ini telah dibahas secara tertutup di Kongres AS bersama pimpinan militer, namun hingga kini belum ada pernyataan resmi yang disampaikan kepada publik. (Dta)

Berita Terkait

QRIS Terus Mendunia, BI Siapkan Ekspansi Pembayaran Digital ke Hong Kong, India hingga Arab Saudi
10 Hari Tertimbun Lumpur, Perempuan 64 Tahun di Nepal Ditemukan Selamat oleh Tim Penyelamat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pesawat Sipil Jatuh di Fasilitas Radar AS di Alaska, Delapan Penumpang Dipastikan Meninggal
S&P Proyeksikan Rupiah Menguat ke Rp17.700 per Dolar AS pada 2026
Laporan ITE 4 Bulan Mengendap, Pelapor Akhirnya Dihubungi penyidik Polres Sarolangun
Patung Raksasa Lionel Messi di India Akan Dipindahkan Setelah Bergoyang Diterpa Angin
HIPMI Jambi Dukung Ekspor Kopi Kerinci ke Mesir, Melalui pelabuhan Talang duku, Generasi Muda Diajak Tembus Pasar Global
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB