Pakar Rusia Nilai Perang Dunia III Sudah Dimulai dalam Bentuk Konflik Global Terselubung

- Redaksi

Senin, 12 Januari 2026 - 14:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Porosjambimedia.com — Sejumlah pengamat geopolitik menilai dunia saat ini telah memasuki fase Perang Dunia III, meskipun tidak ditandai dengan pertempuran militer terbuka sebagaimana konflik global pada abad ke-20. Perang modern dinilai berlangsung dalam bentuk yang lebih kompleks, tersembunyi, dan multidimensi, melibatkan tekanan ekonomi, perang informasi, serta destabilitas sosial dan politik lintas negara.

Pandangan tersebut disampaikan Dmitry Trenin, peneliti senior Institut Ekonomi Dunia dan Hubungan Internasional Rusia sekaligus anggota Dewan Urusan Internasional Rusia (Russian International Affairs Council/RIAC). Dalam analisisnya, Trenin menyebut bahwa konflik global saat ini berjalan tanpa deklarasi resmi, namun dampaknya sudah dirasakan secara luas.

“Perang dunia pada dasarnya telah dimulai, hanya saja banyak pihak belum menyadarinya karena bentuknya tidak konvensional,” ujar Trenin dalam tulisannya yang dimuat majalah Profile dan dikutip media internasional RT.

Menurut Trenin, tahapan awal konflik global berbeda-beda bagi setiap negara. Ia menilai Rusia memasuki fase tersebut sejak 2014, China sejak 2017, dan Iran sejak 2023. Sejak periode itu, eskalasi konflik dinilai semakin intens dan sistemik.

Ia menjelaskan bahwa perang global saat ini tidak lagi terbatas pada kekuatan militer, melainkan mencakup sabotase ekonomi, tekanan politik, manipulasi informasi, hingga upaya penggoyahan stabilitas internal negara-negara lawan.

Baca Juga :  Kunjungi Kejaksaan Negeri Jambi, LBH NADI Tekankan Sinergitas Dalam Penegakan Hukum

Trenin juga menyoroti peran negara-negara anggota NATO, khususnya Inggris dan Prancis, yang dinilainya terlibat langsung dalam konflik dengan Rusia melalui dukungan militer dan strategis kepada Ukraina. Menurutnya, Ukraina hanya berperan sebagai perantara, sementara pusat pengambilan keputusan berada di Brussels.

Lebih jauh, Trenin menilai konflik global ini didorong oleh kekhawatiran negara-negara Barat terhadap bangkitnya kekuatan geopolitik baru seperti Rusia dan China yang dinilai mengancam dominasi politik, ekonomi, dan ideologi Barat.

“Ini bukan sekadar persaingan geopolitik, melainkan perjuangan eksistensial. Globalisme tidak memberi ruang bagi alternatif kekuatan,” tegasnya.

Dalam konteks tersebut, Trenin mendorong Rusia untuk meninggalkan pendekatan defensif dan beralih pada strategi mobilisasi nasional yang terukur, mencakup penguatan sektor teknologi, ekonomi, demografi, serta peningkatan kerja sama strategis dengan negara mitra seperti Belarus dan Korea Utara. Ia juga menilai adanya keretakan internal di Uni Eropa dapat dimanfaatkan sebagai celah strategis.

Trenin turut menyinggung dinamika politik Amerika Serikat, khususnya kemungkinan kembalinya Donald Trump ke Gedung Putih. Menurutnya, situasi tersebut dapat memberikan ruang taktis untuk menurunkan tekanan militer AS terhadap Rusia, meskipun kebijakan luar negeri Washington secara umum tetap bersifat konfrontatif.

Baca Juga :  Menkeu Purbaya Wajibkan Pembentukan Kopdes Merah Putih sebagai Syarat Pencairan Dana Desa 2025

Dalam pernyataan yang paling kontroversial, Trenin menyebut bahwa Rusia harus siap mengambil langkah preemptif apabila eskalasi konflik tidak dapat dihindari, termasuk penggunaan senjata strategis dengan kesadaran penuh atas risikonya.

Baginya, keberhasilan dalam konflik global ini tidak diukur dari perluasan wilayah, melainkan dari kemampuan menggagalkan strategi dan tujuan pihak lawan. Ia menegaskan bahwa medan perang saat ini meliputi seluruh aspek kehidupan, mulai dari militer hingga perang narasi dan opini publik.

“Era ilusi telah berakhir. Dunia berada dalam konflik global, dan satu-satunya pilihan adalah bertindak secara berani, terukur, dan strategis,” pungkas Trenin. (Sfw)

Berita Terkait

QRIS Terus Mendunia, BI Siapkan Ekspansi Pembayaran Digital ke Hong Kong, India hingga Arab Saudi
10 Hari Tertimbun Lumpur, Perempuan 64 Tahun di Nepal Ditemukan Selamat oleh Tim Penyelamat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pesawat Sipil Jatuh di Fasilitas Radar AS di Alaska, Delapan Penumpang Dipastikan Meninggal
S&P Proyeksikan Rupiah Menguat ke Rp17.700 per Dolar AS pada 2026
Laporan ITE 4 Bulan Mengendap, Pelapor Akhirnya Dihubungi penyidik Polres Sarolangun
Patung Raksasa Lionel Messi di India Akan Dipindahkan Setelah Bergoyang Diterpa Angin
HIPMI Jambi Dukung Ekspor Kopi Kerinci ke Mesir, Melalui pelabuhan Talang duku, Generasi Muda Diajak Tembus Pasar Global
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB