Rilis Teranyar! Peta Kekuatan Militer Dunia 2025, Posisi Indonesia Mengejutkan

- Redaksi

Minggu, 16 November 2025 - 10:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Porosjambimedia.com – Peringkat kekuatan militer dunia kembali diperbarui oleh Global Firepower (GFP) untuk tahun 2025. Lembaga analisis militer internasional tersebut menilai kekuatan pertahanan 145 negara melalui lebih dari 60 indikator, mencakup jumlah personel, kondisi ekonomi, kemampuan logistik, teknologi, hingga kapasitas industri pertahanan.

Dari hasil pemeringkatan terbaru, tiga negara besar—Amerika Serikat, Rusia, dan China—kembali menguasai posisi teratas berkat kombinasi teknologi modern, jumlah alutsista besar, serta dukungan anggaran pertahanan yang masif.

1. Amerika Serikat – Tetap Perkasa di Puncak

AS mempertahankan posisinya sebagai kekuatan militer paling dominan dengan skor PowerIndex 0,0744. Negeri Paman Sam unggul dalam berbagai aspek strategis, mulai dari jumlah pesawat tempur, armada kapal selam, helikopter serang, hingga infrastruktur logistik terbesar di dunia. Dengan anggaran pertahanan lebih dari US$873 miliar pada 2024, AS berada jauh di atas negara lain dalam hal modernisasi dan pengembangan teknologi militer.

2. Rusia – Tetap Tangguh Meski Hadapi Tekanan

Rusia menempati urutan kedua dengan skor 0,0788. Meski menghadapi tekanan ekonomi dan geopolitik, Moskow masih memegang keunggulan dalam sistem artileri, kendaraan tempur, hingga MLRS (Multiple Launch Rocket System).

Kapasitas cadangan energi dan personel membuat Rusia tetap menjadi salah satu kekuatan darat terbesar di dunia.

Baca Juga :  Projo Tegas Menolak Wacana Polri Berada di Bawah Kementerian

3. China – Raksasa Asia yang Terus Melaju

Di posisi ketiga, China meraih skor 0,0788. Militer Negeri Tirai Bambu unggul dari sisi populasi, jumlah personel aktif, hingga kekuatan industri nasional. Kapal perang dan belanja militer China terus meningkat, meskipun negara ini masih memiliki tantangan dalam konsumsi energi dan beban utang luar negeri.

4. India – Kekuatan Raksasa di Asia Selatan

India berada di peringkat keempat dengan nilai 0,1184. Negara berpenduduk terbesar di dunia ini mencatat angka personel militer aktif dan cadangan yang sangat besar. Produksi batu bara dan kapasitas industri yang kuat turut mendukung posisi India sebagai pemain besar di Asia.

5. Korea Selatan – Militer Modern dan Disiplin Tinggi

Korea Selatan menempati peringkat kelima dengan skor 0,1656. Program wajib militer serta investasi besar pada kapal perusak, pesawat tempur, dan kapal selam menjadikan negeri ginseng salah satu militer paling modern di Asia. Namun, ketergantungan energi fosil masih menjadi tantangan.

6. Inggris – Kekuatan Tradisional Eropa

Inggris menempati posisi keenam (0,1785). London mempertahankan reputasinya lewat armada kapal induk modern, anggaran pertahanan besar, serta kekuatan cadangan yang solid. Walau demikian, Inggris melemah pada sektor paramiliter dan asupan energi.

Baca Juga :  Polisi Iran Beri Tenggat 72 Jam bagi Demonstran untuk Serahkan Diri

7. Prancis – Modern dan Terlatih

Prancis menempati urutan ketujuh (0,1878), unggul dalam anggaran pertahanan, armada tanker, serta kapal induk. Namun, kekurangan pada sektor pesawat serang dan konsumsi energi besar menahan laju negara ini untuk menempati posisi lebih tinggi.

Bagaimana Posisi Indonesia?

Indonesia secara mengejutkan berada di peringkat ke-13 dengan skor 0,2557, naik dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

RI menonjol dalam faktor populasi besar, tenaga kerja kuat, produksi batu bara, serta armada kapal niaga yang luas. Namun, Indonesia masih tertinggal dalam hal kapal induk, helikopter militer, dan kapal perusak.

Posisi ini tetap menunjukkan bahwa Indonesia merupakan kekuatan militer terbesar di Asia Tenggara dan salah satu yang paling berpengaruh di kawasan Indo-Pasifik. (Hst)

Editor : Hesty

Sumber Berita : CNBC

Berita Terkait

QRIS Terus Mendunia, BI Siapkan Ekspansi Pembayaran Digital ke Hong Kong, India hingga Arab Saudi
10 Hari Tertimbun Lumpur, Perempuan 64 Tahun di Nepal Ditemukan Selamat oleh Tim Penyelamat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pesawat Sipil Jatuh di Fasilitas Radar AS di Alaska, Delapan Penumpang Dipastikan Meninggal
S&P Proyeksikan Rupiah Menguat ke Rp17.700 per Dolar AS pada 2026
Laporan ITE 4 Bulan Mengendap, Pelapor Akhirnya Dihubungi penyidik Polres Sarolangun
Patung Raksasa Lionel Messi di India Akan Dipindahkan Setelah Bergoyang Diterpa Angin
HIPMI Jambi Dukung Ekspor Kopi Kerinci ke Mesir, Melalui pelabuhan Talang duku, Generasi Muda Diajak Tembus Pasar Global
Berita ini 86 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB