Gaza, Porosjambimedia.com — Gelombang serangan udara Israel kembali menghantam Jalur Gaza, Palestina. Sedikitnya 32 warga dilaporkan tewas, termasuk anak-anak dan perempuan, dalam serangan yang terjadi pada Sabtu (31/1/2026).
Badan pertahanan sipil Gaza yang dikelola Hamas menyebut helikopter tempur Israel menyerang sejumlah lokasi padat penduduk, termasuk tenda pengungsi di Khan Younis, Gaza selatan. Warga setempat menggambarkan serangan ini sebagai yang paling mematikan sejak fase kedua gencatan senjata mulai diberlakukan awal Januari 2026.
Militer Israel mengonfirmasi operasi udara tersebut dan menyatakan serangan dilakukan sebagai respons atas dugaan pelanggaran gencatan senjata oleh Hamas. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengklaim telah menargetkan infrastruktur bawah tanah Hamas di Rafah timur, termasuk lokasi penyimpanan senjata, fasilitas produksi, serta titik peluncuran roket di Gaza tengah.
Sementara itu, Hamas mengecam keras serangan tersebut dan menuduh Israel terus melakukan kekerasan sistematis terhadap warga sipil Gaza. Hamas juga mendesak Amerika Serikat untuk turun tangan menghentikan eskalasi militer.
Pejabat kesehatan di Rumah Sakit Shifa, Kota Gaza, melaporkan serangan udara menghantam sebuah apartemen warga dan menewaskan lima orang, di antaranya tiga anak dan dua perempuan. Serangan juga dilaporkan mengenai tempat tinggal, tenda pengungsian, hingga kantor kepolisian.
Insiden ini terjadi menjelang pembukaan kembali penyeberangan Rafah di perbatasan Gaza–Mesir. Mesir dan Qatar, yang berperan sebagai mediator gencatan senjata, mengecam serangan terbaru dan menyerukan penahanan diri dari semua pihak.
Utusan khusus Amerika Serikat, Steve Witkoff, sebelumnya menyatakan fase kedua gencatan senjata mencakup pembentukan pemerintahan Palestina teknokratis di Gaza, rekonstruksi wilayah, serta demiliterisasi penuh, termasuk pelucutan senjata kelompok bersenjata.
Sejak gencatan senjata diberlakukan pada Oktober 2025, lebih dari 500 warga Palestina dilaporkan tewas. Secara keseluruhan, operasi militer Israel di Gaza sejak Oktober 2023 telah menewaskan lebih dari 71 ribu warga, menurut data kementerian kesehatan setempat yang kerap dirujuk PBB dan lembaga HAM internasional. (Dta)















