Banyuwangi, porosjambimedia.com– Proses pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di perairan Selat Bali pada Juli 2025 mulai menunjukkan hasil. Pada hari pertama penyisiran bagian dalam kapal, tim evakuasi menemukan satu jenazah yang diduga merupakan korban kecelakaan laut tersebut.
Penemuan jenazah terjadi saat tim gabungan melakukan pemeriksaan interior kapal yang selama ini berada di dasar laut. Saat ini, jenazah masih dalam tahap evakuasi menuju permukaan sebelum dibawa ke fasilitas kesehatan untuk penanganan lebih lanjut.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tanjungwangi Banyuwangi, Purgana, sebelumnya menyampaikan bahwa apabila dalam proses pengangkatan kapal ditemukan korban meninggal dunia, maka penanganannya akan dilakukan sesuai prosedur kemanusiaan yang telah disepakati bersama.
“Jika ditemukan jenazah, akan diperlakukan dengan layak sesuai koordinasi lintas instansi,” ujarnya. Ia juga menyebut bahwa mekanisme pemakaman telah disetujui oleh pihak keluarga korban melalui surat pernyataan, dengan rencana pemakaman secara massal.
Namun di sisi lain, perwakilan keluarga korban mengungkapkan kekecewaan terhadap minimnya informasi yang diterima terkait perkembangan evakuasi bangkai kapal. Mereka menilai otoritas terkait kurang terbuka dalam menyampaikan progres kegiatan di lapangan.
“Kami tidak menerima dokumentasi berupa foto atau video hingga saat ini. Tidak ada informasi perkembangan yang disampaikan kepada keluarga,” kata Bibit Hariyanto, perwakilan keluarga korban, Minggu (1/2/2026).
Bibit juga menyampaikan adanya tekanan dari sejumlah keluarga korban yang mempertanyakan transparansi proses tersebut. Ia mengungkapkan, jika komunikasi tidak segera diperbaiki, keluarga berencana mencabut persetujuan yang sebelumnya telah disepakati.
Setelah berhasil dievakuasi ke permukaan, jenazah pertama yang ditemukan di dalam bangkai kapal rencananya akan dibawa ke RSUD Blambangan, Banyuwangi, untuk proses identifikasi dan penanganan lanjutan. (Dla)















