Jakarta, Porosjambimedia.com – Irfan Hakim akhirnya angkat bicara setelah dirinya menjadi sasaran hujatan netizen. Presenter yang dikenal ramah itu dianggap membela Denada dalam polemik pengakuan Ressa Rizky yang belakangan ramai dibicarakan publik. Merasa perlu meluruskan kesalahpahaman, Irfan Hakim membuat video klarifikasi melalui akun Instagram pribadinya.
Saat itu, Irfan Hakim sedang berada di Ciamis. Ia mengaku terkejut karena banyak komentar negatif yang tiba-tiba mengarah kepadanya. Irfan menyadari kekecewaan publik, namun menegaskan bahwa arah perbincangan yang berkembang tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya terjadi.
Ia menjelaskan bahwa wawancaranya dengan Hotman Paris yang beredar di media sosial dilakukan pada 20 Januari 2026. Wawancara tersebut terjadi sebelum Ressa Rizky menyampaikan pengakuannya di podcast Densu. Pada saat itu, publik masih mempertanyakan banyak hal, mulai dari alasan pengakuan baru muncul di usia dewasa hingga siapa pihak yang seharusnya bertanggung jawab atas seorang anak.
Dalam wawancara tersebut, Irfan Hakim memang mengajukan pertanyaan yang juga mewakili rasa penasaran publik. Hotman Paris kemudian menjelaskan aspek hukum terkait tanggung jawab orang tua, tergantung pada status pernikahan saat seorang anak dilahirkan. Irfan menegaskan, penjelasan tersebut murni bersifat hukum dan bukan pembelaan terhadap siapa pun.
Menurut Irfan Hakim, masalah mulai muncul karena adanya framing seolah-olah dirinya berkomentar setelah pengakuan Ressa ramai dibahas. Hal inilah yang membuat publik mengira ia berpihak dan menormalisasi hubungan ibu dan anak yang dianggap bermasalah.
Irfan dengan tegas mengatakan bahwa dirinya tidak membenarkan jika seorang ibu tidak mengurus anaknya. Sebaliknya, ia juga menilai hubungan yang tidak sehat antara anak dan orang tua adalah kesalahan yang harus disadari oleh semua pihak. Ia menekankan bahwa setiap persoalan keluarga memiliki kompleksitas yang tidak bisa disimpulkan secara sepihak.
Sebagai seseorang yang sempat mendengar cerita dari kedua belah pihak, Irfan Hakim merasa berada di posisi netral. Ia menyebut baik Denada maupun Ressa memiliki hak untuk menyampaikan versi masing-masing. Namun, tidak semua cerita yang ia dengar bisa disampaikan ke publik karena menyangkut ranah pribadi.
Di akhir klarifikasinya, Irfan Hakim berharap masyarakat lebih bijak dalam menilai sebuah persoalan. Ia menegaskan tidak berpihak kepada siapa pun dan hanya berusaha memahami permasalahan dari sudut pandang yang lebih luas. (Tin)















