Prabowo Ajak Masyarakat Perkuat Kewaspadaan Nasional di Tengah Manuver Asing Global

- Redaksi

Rabu, 21 Januari 2026 - 21:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Porosjambimedia.com– Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara konsisten mengingatkan seluruh elemen bangsa untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan stabilitas nasional yang dipicu oleh kekuatan asing. Seruan tersebut dinilai relevan dan beralasan, mengingat dinamika geopolitik global yang semakin kompleks dan sarat kepentingan.

Sejarah panjang Indonesia menunjukkan bahwa posisi strategis negara ini, baik secara geopolitik maupun ekonomi, kerap menjadikannya sasaran intervensi asing. Campur tangan tersebut tidak selalu hadir dalam bentuk terbuka, melainkan melalui berbagai pendekatan yang bersifat halus hingga terselubung.

Secara formal, kehadiran unsur asing di suatu negara lazim diwujudkan melalui jalur diplomatik, penempatan staf pada perwakilan internasional, maupun kerja sama dalam lembaga multilateral. Namun, terdapat pula pendekatan nonformal yang dilakukan melalui jejaring bisnis, kemitraan ekonomi, hingga aktivitas intelijen yang disamarkan.

Praktik operasi intelijen asing masih menjadi fenomena global hingga saat ini. Aktivitas tersebut umumnya diarahkan untuk mengamankan kepentingan geopolitik dan ekonomi negara asalnya. Metodenya beragam, mulai dari pengumpulan data strategis, pembentukan jaringan lokal, hingga penyebaran informasi menyesatkan yang bertujuan memengaruhi opini publik.

Baca Juga :  Komisi XIII DPR Soroti Fenomena Child Grooming dalam Rapat Resmi, Pemerintah Diminta Bertindak Cepat

Dalam konteks global, eskalasi ketegangan internasional terus meningkat. Persaingan kekuatan besar, konflik di Timur Tengah, dinamika di kawasan Arktik, hingga rivalitas ekonomi lintas benua menjadi ladang subur bagi aktivitas intelijen berbagai negara. Perang informasi dan manipulasi narasi publik menjadi instrumen utama dalam konflik modern.

Indonesia, dengan kekayaan sumber daya alam dan posisi strategis di kawasan Indo-Pasifik, tidak terlepas dari potensi menjadi arena perebutan pengaruh. Dukungan konsisten Indonesia terhadap isu kemanusiaan global, termasuk perjuangan rakyat Palestina, juga menempatkan Indonesia dalam radar kepentingan negara-negara tertentu.

Pengalaman masa lalu membuktikan bahwa dinamika politik domestik Indonesia kerap bersinggungan dengan kepentingan asing. Sejumlah peristiwa besar nasional memperlihatkan adanya pengaruh eksternal yang bekerja di balik layar, baik melalui jalur politik, ekonomi, maupun informasi.

Dalam era digital saat ini, ancaman tersebut semakin kompleks. Media sosial menjadi medium utama penyebaran disinformasi, hoaks, serta narasi provokatif yang berpotensi memecah belah masyarakat. Isu identitas seperti suku, agama, ras, dan antargolongan kerap dieksploitasi untuk menciptakan polarisasi ekstrem dan konflik horizontal.

Baca Juga :  Momen Idul Fitri, Wako Alfin - Wawako Azhar  Serukan Sinergi Bangun Sungai Penuh

Oleh karena itu, ajakan Presiden Prabowo untuk menjaga kewaspadaan nasional tidak dimaksudkan untuk membungkam kritik publik. Sebaliknya, kritik tetap merupakan bagian penting dari demokrasi. Namun, kritik yang konstruktif perlu dibedakan dari upaya sistematis yang bertujuan merusak stabilitas dan ketertiban umum.

Di tengah tatanan global yang semakin tidak menentu, menjaga stabilitas nasional menjadi tanggung jawab bersama. Kewaspadaan, sikap kritis, serta kebijaksanaan dalam menyikapi arus informasi menjadi kunci untuk memastikan Indonesia tetap kokoh menghadapi berbagai tantangan global. (Khy)

Berita Terkait

Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik, Ombudsman RI Pantau Layanan Penumpang di Bandara
Erupsi Anak Krakatau Picu Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Bakauheni
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Jakarta, BNPB Kerahkan Modifikasi Cuaca hingga Malam
Perkuat Penanganan Karhutla, Jambi Dapat Tambahan Helikopter Water Bombing dari Pemerintah Pusat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pemerintah Siapkan Rekonstruksi Rumah Korban Gempa NTT, Pendataan Jadi Prioritas
Hotspot Karhutla di Kalimantan Meningkat 4 Kali Lipat dalam Sehari
Korban Gempa M 7,7 di NTT Capai 83 Orang, Ribuan Warga Masih Terdampak
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB