Jakarta, Porosjambimedia.com– Insiden mengerikan mengguncang dunia transportasi Spanyol setelah dua kereta berkecepatan tinggi bertabrakan di wilayah Andalusia pada Minggu (18/1) malam waktu setempat. Peristiwa tersebut menewaskan puluhan penumpang dan melukai lebih dari seratus orang lainnya.
Data terkini menyebutkan sedikitnya 39 orang meninggal dunia, sementara 120 orang mengalami luka-luka dengan berbagai tingkat keparahan. Sejumlah korban berada dalam kondisi kritis dan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit terdekat.
Menteri Transportasi Spanyol, Oscar Puente, mengonfirmasi bahwa sebagian besar korban telah dievakuasi. Namun ia memperingatkan bahwa jumlah korban masih mungkin bertambah seiring proses pencarian di dalam gerbong yang hancur.
Tergelincir Sebelum Bertabrakan
Menurut otoritas perkeretaapian Adif, kecelakaan bermula ketika kereta cepat rute Malaga–Madrid keluar jalur di dekat Adamuz, sekitar 200 kilometer dari Malaga. Kereta tersebut meluncur ke rel berlawanan dan bertabrakan dengan rangkaian lain yang datang dari arah berlawanan.
Benturan keras membuat beberapa gerbong terbalik dan ringsek parah. Tim penyelamat menggambarkan lokasi kejadian seperti “medan perang” dengan logam yang terlipat menjebak para penumpang di dalamnya.
*Evakuasi Penuh Tantangan*
Kepala pemadam kebakaran setempat, Francisco Carmona, menyebut proses penyelamatan menjadi sangat sulit karena struktur gerbong yang bengkok. Petugas bahkan harus memotong badan kereta untuk menjangkau korban yang masih hidup.
“Kami menghadapi situasi sangat kompleks. Beberapa korban meninggal harus dipindahkan lebih dulu agar kami bisa menyelamatkan yang masih bernapas,” ujarnya dengan nada haru.
*Duka Nasional*
Raja Felipe VI dan Ratu Letizia menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. Istana kerajaan menyebut tragedi ini sebagai luka besar bagi bangsa Spanyol.
Sementara itu, seluruh layanan kereta cepat yang menghubungkan Madrid dengan kota-kota di Andalusia seperti Seville, Cordoba, Malaga, dan Huelva dihentikan sementara hingga batas waktu yang belum ditentukan.
*Kesaksian Mencekam*
Sejumlah penumpang yang selamat menggambarkan detik-detik tabrakan seperti mimpi buruk. Seorang jurnalis yang berada di dalam kereta mengatakan guncangannya terasa seperti gempa bumi.
Penumpang lain mengaku harus memecahkan jendela menggunakan palu darurat untuk menyelamatkan diri. “Ini seperti film horor, semua orang berteriak dan kaca berhamburan,” tutur Lucas Meriako, salah satu saksi mata.
*Terburuk dalam Satu Dekade*
Insiden ini menjadi kecelakaan kereta paling mematikan kedua dalam sejarah modern Spanyol setelah tragedi 2013 di Santiago de Compostela yang menewaskan 80 orang.
Pemerintah Spanyol berjanji akan melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan dan mengevaluasi standar keselamatan jaringan kereta cepat yang selama ini menjadi kebanggaan negara tersebut. (Dta)















