Tragedi di Sleman: Palang Pintu Tak Menutup, 3 Orang Tewas dan 4 Luka Akibat Tertabrak Kereta di Prambanan

- Redaksi

Selasa, 4 November 2025 - 22:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SLEMAN, Porosjambimedia.com— Kecelakaan maut terjadi di perlintasan kereta api Prambanan, Kabupaten Sleman, pada Selasa (4/11/2025) pagi. Sebuah kereta api menabrak mobil dan dua sepeda motor, menewaskan tiga orang dan melukai empat lainnya.

Insiden tragis itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Menurut keterangan polisi dan saksi mata, palang pintu perlintasan tidak menutup dan sirine peringatan tidak berbunyi saat kereta melintas.

Kronologi Kejadian: Mobil dan Dua Motor Tertabrak KA

Kapolsek Prambanan Kompol Dede Setiyarto menjelaskan bahwa kecelakaan melibatkan satu mobil merah dan dua sepeda motor.

“Sekitar pukul 10 pagi terjadi kecelakaan antara kereta api dengan satu mobil dan dua sepeda motor. Tiga korban meninggal dunia merupakan pengendara sepeda motor,” ujar Dede di lokasi kejadian.

Ketiga korban meninggal dibawa ke RS Bhayangkara Polda DIY, sementara empat korban luka-luka yang merupakan satu keluarga dari penumpang mobil masih dirawat di rumah sakit.

“Empat orang di mobil terdiri dari suami, istri, dan dua balita. Pasangan suami istri dirawat di RS Bhayangkara, sedangkan dua anaknya di RS Islam PDHI,” jelas Dede.

Baca Juga :  SATU PEKAN MENGHILANG DUA DARA KEMBALI DITEMUKAN

Saksi: Palang Pintu Tidak Menutup, Sirine Tak Berbunyi

Seorang saksi bernama Yesi, warga setempat, mengungkapkan bahwa palang pintu sisi utara tidak menutup ketika kereta melintas dari arah timur.

“Kereta sudah bunyikan klakson dari jauh, tapi palang pintu sebelah utara tidak menutup. Suara sirinenya juga tidak terdengar,” tutur Yesi.

Ia menambahkan, kendaraan masih melintas seperti biasa karena tidak ada tanda bahaya yang aktif.

“Mobil merah dan motor di belakangnya masih jalan, tiba-tiba langsung tertabrak kereta,” katanya.

Menurut Yesi, petugas palang pintu terlihat berada di dalam pos penjagaan saat kecelakaan terjadi.

“Petugasnya ada di dalam pos, saya lihat seperti sedang mengetuk meja,” tambahnya.

Polisi dan KAI Lakukan Penyelidikan

Kapolsek Prambanan menyatakan bahwa penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan. Polisi akan bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk menelusuri kondisi palang pintu saat kejadian.

“Kami masih dalami apakah posisi palang pintu saat itu tertutup atau tidak. Semua masih dalam proses penyelidikan bersama PT KAI,” ungkap Dede.

Baca Juga :  Longsor Tambang Pasir Jatinom Klaten Timbun Dua Truk, Seorang Sopir Tewas

KAI Sampaikan Permintaan Maaf dan Tanggung Jawab

Menanggapi kecelakaan ini, PT KAI Daop 6 Yogyakarta menyampaikan belasungkawa kepada para korban.

“KAI sangat berduka dan menyayangkan kejadian ini. Kami akan menanggung biaya pengobatan serta memberikan pendampingan penuh kepada keluarga korban,” ujar Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih.

Pihak KAI juga berjanji untuk mengevaluasi sistem keselamatan dan prosedur penjagaan perlintasan, guna mencegah peristiwa serupa di masa depan.

Catatan Keselamatan

Kecelakaan di perlintasan kereta api masih menjadi salah satu penyebab utama korban jiwa di jalur darat. KAI dan kepolisian mengimbau masyarakat untuk selalu berhenti sejenak, melihat kiri-kanan, dan memastikan palang pintu tertutup sempurna sebelum melintas. (Hst)

Sumber Berita : Kompas.com

Berita Terkait

Hujan Deras Disertai Petir, Petani di Pinggir Air Sungai Penuh Meninggal di Sawah
Cegah Karhutla Meluas, TNI-Polri dan Tim Gabungan Perkuat Patroli di Londrang Muaro Jambi
Hotman Paris Apresiasi Penanganan Dugaan Korupsi Eks Jampidsus, Soroti Komitmen Pemerintah Berantas Korupsi
Sidang MDR Memanas, Jaksa Ungkap Pengakuan Terdakwa, PH Minta Tes DNA
Dugaan Pungutan dalam Rekrutmen SPPG di Kerinci Tengah Jadi Sorotan, Masyarakat Minta Transparansi
Kebakaran Hebat Landa Rumah Orang tua Mantan PJ.Bupati Asraf hingga Merambat kerumahnya.
Laporan ITE Berbulan-Bulan Jalan di Tempat, Arya Candra: Jangan Biarkan Pencari Keadilan Digantung Tanpa Kepastian
Perkara MDR Mulai Disidangkan, Tim Hukum Soroti Proses Penyidikan dan Bukti DNA
Berita ini 89 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB