Jakarta, Porosjambimedia.com– Insiden tragis mengguncang dunia transportasi Spanyol setelah dua kereta berkecepatan tinggi terlibat tabrakan hebat di wilayah Andalusia, Spanyol selatan. Hingga laporan terbaru, sedikitnya 39 orang dinyatakan tewas dan lebih dari 120 lainnya mengalami luka-luka dengan berbagai tingkat keparahan.
Peristiwa nahas itu terjadi pada Minggu malam (18/1) waktu setempat di dekat kota Adamuz, sekitar 200 kilometer dari Malaga. Sebelumnya, jumlah korban tewas sempat dilaporkan sebanyak 21 orang, namun angka tersebut terus bertambah seiring proses evakuasi yang berlangsung sepanjang malam.
Kecelakaan ini disebut sebagai yang paling mematikan sejak tragedi kereta di Santiago de Compostela pada 2013 yang menewaskan 80 orang. Otoritas perkeretaapian Spanyol, Adif, menjelaskan bahwa insiden bermula ketika kereta cepat rute Malaga–Madrid keluar jalur dan melintang ke rel lain. Pada saat bersamaan, kereta dari arah berlawanan melaju dan tabrakan tak terelakkan.
Pejabat darurat Andalusia, Antonio Sanz, menyatakan setidaknya 73 korban luka telah mendapatkan perawatan medis. Namun sejumlah media lokal memperkirakan jumlah korban terdampak bisa mendekati 100 orang karena masih ada penumpang yang terjebak di dalam gerbong.
Kepala Pemadam Kebakaran setempat, Francisco Carmona, menggambarkan proses penyelamatan berlangsung sangat sulit. Banyak gerbong yang bengkok dan ringsek sehingga petugas harus memotong logam untuk menjangkau korban.
“Gerbongnya terlipat dan terjepit. Kami bahkan harus mengevakuasi korban meninggal terlebih dahulu agar bisa menyelamatkan yang masih hidup. Ini operasi yang sangat rumit,” ujarnya.
Sejumlah saksi mata menggambarkan suasana mencekam pascakecelakaan. Seorang penumpang mengaku merasakan guncangan dahsyat seperti gempa bumi, sementara lainnya menyebut kejadian itu bak adegan film horor.
Televisi lokal menayangkan gambar puluhan petugas medis, polisi, dan pemadam kebakaran berjibaku di lokasi. Banyak penumpang dilaporkan memecahkan jendela dengan palu darurat demi menyelamatkan diri.
Pemerintah Spanyol telah membuka penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap penyebab pasti tragedi ini, termasuk kemungkinan adanya kesalahan sistem persinyalan atau faktor teknis pada kereta. (Dta)















