Menjaga Kedaulatan Energi Indonesia di Tengah Retaknya Tata Dunia

- Redaksi

Selasa, 20 Januari 2026 - 08:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Porosjambimedia.com– Dunia saat ini berada dalam fase ketidakpastian yang serius. Tatanan global yang selama puluhan tahun dijaga melalui norma, etika, dan hukum internasional kini mengalami erosi. Konflik bersenjata, intervensi militer, serta persaingan terbuka antarnegara adidaya menjadi pemandangan yang semakin lazim. Salah satu pemicu utama dari dinamika tersebut adalah perebutan sumber dan cadangan energi.

Lembaga-lembaga multilateral yang sebelumnya menjadi pilar stabilitas global kian kehilangan wibawa. Prinsip non-intervensi yang menjadi fondasi kedaulatan negara-bangsa kerap diabaikan. Berbagai konflik di Timur Tengah, Eropa Timur, Afrika, hingga Asia menunjukkan bahwa kekuatan militer kini lebih sering digunakan untuk mengamankan kepentingan strategis, terutama energi.

Situasi global tersebut menuntut kewaspadaan ekstra dari Indonesia. Sebagai negara yang dianugerahi cadangan energi fosil dan energi terbarukan yang besar, Indonesia berpotensi menjadi sasaran kepentingan geopolitik kekuatan besar dunia. Pengalaman sejumlah negara produsen energi menunjukkan bahwa kekayaan sumber daya alam dapat menjadi berkah, sekaligus kerentanan jika tidak dikelola dengan bijaksana.

Baca Juga :  Wali Kota Alfin Hadiri Mayors Talk Forum Dialog APEKSI di Medan

Persaingan negara-negara adidaya dalam mengamankan minyak, gas, dan sumber energi lainnya semakin nyata. Intervensi politik dan militer kerap dibungkus dengan narasi keamanan atau kemanusiaan, namun di baliknya tersimpan kepentingan ekonomi dan energi. Kondisi ini mengajarkan pentingnya ketahanan nasional berbasis penguasaan sumber daya strategis.

Indonesia perlu menempatkan pengelolaan energi sebagai bagian integral dari kebijakan luar negeri dan pertahanan nasional. Kerja sama internasional tetap diperlukan, terutama dalam aspek teknologi dan pembiayaan, namun harus berlandaskan prinsip saling menguntungkan serta menjamin kedaulatan negara atas sumber daya alamnya.

Dalam beberapa dekade ke depan, energi fosil masih akan memegang peranan penting sebagai penopang ketahanan energi nasional. Gas bumi diposisikan sebagai energi transisi menuju target Net Zero Emission pada 2060. Di saat yang sama, potensi energi terbarukan seperti surya, panas bumi, hidro, angin, dan biomassa perlu diakselerasi pemanfaatannya agar tidak terus tertinggal.

Baca Juga :  Berikut 10 fakultas kedokteran terbaik di Indonesia

Pemerintah telah membuka peluang investasi melalui penawaran puluhan blok migas baru di berbagai wilayah Indonesia. Langkah ini harus dibarengi dengan tata kelola yang transparan, penguatan regulasi, serta keberpihakan pada kepentingan rakyat. Energi nasional bukan sekadar komoditas ekonomi, melainkan fondasi kesejahteraan dan kedaulatan bangsa.

Di tengah dunia yang kian terfragmentasi, Indonesia dituntut untuk bersikap cermat, tegas, dan visioner dalam mengelola kekayaan energinya. Kebijaksanaan dalam membaca arah geopolitik global akan menjadi kunci agar sumber daya energi benar-benar menjadi kekuatan strategis nasional, bukan sumber kerentanan di masa depan.  (Khy)

Berita Terkait

Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik, Ombudsman RI Pantau Layanan Penumpang di Bandara
Erupsi Anak Krakatau Picu Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Bakauheni
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Jakarta, BNPB Kerahkan Modifikasi Cuaca hingga Malam
Perkuat Penanganan Karhutla, Jambi Dapat Tambahan Helikopter Water Bombing dari Pemerintah Pusat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pemerintah Siapkan Rekonstruksi Rumah Korban Gempa NTT, Pendataan Jadi Prioritas
Hotspot Karhutla di Kalimantan Meningkat 4 Kali Lipat dalam Sehari
Korban Gempa M 7,7 di NTT Capai 83 Orang, Ribuan Warga Masih Terdampak
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB