Kementerian Transmigrasi Perkuat Transmigrasi Patriot 2026 Bersama 10 Kampus Negeri Unggulan

- Redaksi

Selasa, 20 Januari 2026 - 07:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Porosjambimedia.com– Kementerian Transmigrasi (Kementrans) menegaskan transformasi arah kebijakan transmigrasi nasional yang kini berfokus pada pembangunan ekonomi berkelanjutan dan berkeadilan. Program transmigrasi tidak lagi dipahami semata sebagai relokasi penduduk, melainkan sebagai instrumen penggerak pertumbuhan ekonomi berbasis potensi wilayah.

Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman Suryanagara menyampaikan bahwa komitmen tersebut diperkuat melalui kemitraan strategis dengan sepuluh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terkemuka di Indonesia dalam Program Transmigrasi Patriot 2026. Sepuluh kampus mitra tersebut yakni Universitas Indonesia (UI), IPB University, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Brawijaya, Universitas Airlangga, dan Universitas Hasanuddin.

“Transmigrasi hari ini diarahkan untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif, adil, dan berkelanjutan, bukan sekadar memindahkan penduduk,” ujar Iftitah dalam Rapat Koordinasi PTN Mitra Transmigrasi Patriot 2026 di Jakarta, Minggu (18/1/2026).

Ia menambahkan bahwa fokus utama pembangunan kawasan transmigrasi mencakup penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, pengentasan kemiskinan, serta pelestarian lingkungan.

Baca Juga :  Keluarga Korban Desak Hukuman Maksimal bagi Pelaku Pembunuhan di Eks Kampung Gajah

Dalam rapat tersebut, Iftitah memaparkan dua program utama keberlanjutan Transmigrasi Patriot 2026, yakni Ekspedisi Patriot dan Beasiswa Patriot.

Ekspedisi Patriot

Program Ekspedisi Patriot merupakan kegiatan riset terapan dan pemberdayaan masyarakat yang melibatkan mahasiswa serta peneliti muda. Program ini memiliki dua fokus utama, yaitu Bakti Transmigrasi dan Investasi Transmigrasi.

Pada skema Bakti Transmigrasi, para peserta akan terjun langsung ke lapangan untuk melakukan pengabdian masyarakat, khususnya dalam pemenuhan infrastruktur dasar, pengembangan pertanian, pembibitan, perlindungan tanaman, serta optimalisasi potensi pariwisata dan sumber daya alam di 154 kawasan transmigrasi.

Selain itu, Kementrans juga membuka peluang penambahan kawasan transmigrasi baru menyusul usulan dari 60 pemerintah daerah.

Sementara pada fokus Investasi Transmigrasi, Kementrans menargetkan pengembangan potensi strategis kawasan transmigrasi dalam skala besar, seperti industrialisasi di Rempang dan Galang, pengembangan logam tanah jarang di Mamuju, serta sektor pertanian terpadu di Merauke yang mencakup pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan.

Baca Juga :  Usai Kluivert Dipecat, Nama Shin Tae-yong Kembali Menggema kembali Ke TIMNAS

Beasiswa Patriot

Program kedua adalah Beasiswa Patriot yang dirancang untuk memperkuat keterkaitan antara dunia pendidikan dan kebutuhan pembangunan kawasan transmigrasi. Melalui program ini, Kementrans berencana mendirikan Kampus Patriot di wilayah-wilayah potensial transmigrasi.

“Kampus Patriot akan menjadi penghubung antara perguruan tinggi dan kebutuhan nyata masyarakat, agar investasi dan pembangunan ekonomi memberi manfaat langsung bagi warga lokal,” jelas Iftitah.

Ia menegaskan bahwa masyarakat transmigrasi harus menjadi pelaku utama, bukan sekadar penonton dalam proses pembangunan ekonomi di wilayahnya sendiri. Program Beasiswa Patriot dan Kampus Patriot direncanakan akan diluncurkan dalam waktu dekat. (Khy)

Berita Terkait

Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik, Ombudsman RI Pantau Layanan Penumpang di Bandara
Erupsi Anak Krakatau Picu Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Bakauheni
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Jakarta, BNPB Kerahkan Modifikasi Cuaca hingga Malam
Perkuat Penanganan Karhutla, Jambi Dapat Tambahan Helikopter Water Bombing dari Pemerintah Pusat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pemerintah Siapkan Rekonstruksi Rumah Korban Gempa NTT, Pendataan Jadi Prioritas
Hotspot Karhutla di Kalimantan Meningkat 4 Kali Lipat dalam Sehari
Korban Gempa M 7,7 di NTT Capai 83 Orang, Ribuan Warga Masih Terdampak
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB