Ketegangan Iran–AS Merembet ke Sidang Dewan Keamanan PBB

- Redaksi

Senin, 19 Januari 2026 - 06:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Porosjambimedia.com Perseteruan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memuncak dan kini bergulir hingga ruang sidang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB). Adu argumen keras terjadi setelah kedua negara saling melempar tuduhan terkait gelombang demonstrasi yang mengguncang sejumlah kota di Iran.

Ketegangan bermula dari aksi protes anti-pemerintah di Iran yang oleh Teheran disebut sebagai hasil rekayasa kekuatan asing. Pemerintah Iran menilai Washington dan sekutunya berada di balik kerusuhan yang menimbulkan korban jiwa tersebut. Tuduhan itu dibantah keras oleh Amerika Serikat.

Situasi semakin panas ketika Washington menyatakan tidak menutup kemungkinan mengambil langkah tegas apabila kondisi di Iran memburuk. Pernyataan itu dianggap sebagai ancaman terbuka oleh Teheran dan memicu reaksi keras di tingkat diplomatik.

Sebagai langkah antisipasi, otoritas Iran sempat memberlakukan pembatasan ketat pada wilayah udaranya. Seluruh penerbangan non-sipil ditangguhkan, sementara penerbangan internasional hanya diizinkan dengan persetujuan khusus dari otoritas setempat. Kebijakan ini disebut sebagai upaya menjaga keamanan nasional di tengah situasi tidak menentu.

Baca Juga :  Polisi Prancis Lumpuhkan Pria Bersenjata Pisau di Area Arc de Triomphe Paris

*Adu Mulut di Forum Internasional*

Perdebatan memuncak dalam rapat DK PBB yang membahas perkembangan di Iran. Perwakilan Amerika Serikat menegaskan bahwa tuduhan konspirasi asing tidak berdasar dan hanya upaya pemerintah Iran mengalihkan perhatian dari tuntutan rakyatnya.

Duta Besar AS, Mike Waltz, menyatakan bahwa rezim Iran berada dalam posisi lemah sehingga memilih menyalahkan pihak luar. Ia menegaskan dukungan Washington terhadap warga Iran dan menyebut semua opsi masih terbuka untuk menghentikan kekerasan terhadap demonstran.

Di sisi lain, Wakil Duta Besar Iran, Gholamhossein Darzi, menilai pernyataan AS sarat kebohongan dan distorsi. Menurutnya, Washington secara sistematis mendorong kerusuhan demi melemahkan kedaulatan Iran.

Darzi juga mengingatkan bahwa Iran tidak menghendaki konfrontasi, namun akan memberikan respons tegas dan proporsional terhadap setiap bentuk agresi, baik langsung maupun tidak langsung.

Dari kubu lain, Rusia melalui Dutanya Vassily Nebenzia menuding Amerika Serikat memanfaatkan forum PBB untuk melegitimasi intervensi terhadap negara berdaulat. Moskow menilai langkah itu berpotensi memperlebar konflik di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga :  Barack Obama Sindir Hilangnya Kesopanan Politik Usai Video Rasis Dibagikan Donald Trump

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan seluruh pihak menahan diri. Ia memperingatkan bahwa eskalasi lebih lanjut dapat memicu krisis regional yang lebih luas dan menelan lebih banyak korban sipil.

Hingga kini, hubungan Iran dan AS masih berada pada titik rawan. Komunitas internasional khawatir perang kata-kata di forum diplomatik dapat berubah menjadi konfrontasi terbuka apabila tidak ada upaya dialog yang serius. (Dta)

Berita Terkait

QRIS Terus Mendunia, BI Siapkan Ekspansi Pembayaran Digital ke Hong Kong, India hingga Arab Saudi
10 Hari Tertimbun Lumpur, Perempuan 64 Tahun di Nepal Ditemukan Selamat oleh Tim Penyelamat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pesawat Sipil Jatuh di Fasilitas Radar AS di Alaska, Delapan Penumpang Dipastikan Meninggal
S&P Proyeksikan Rupiah Menguat ke Rp17.700 per Dolar AS pada 2026
Laporan ITE 4 Bulan Mengendap, Pelapor Akhirnya Dihubungi penyidik Polres Sarolangun
Patung Raksasa Lionel Messi di India Akan Dipindahkan Setelah Bergoyang Diterpa Angin
HIPMI Jambi Dukung Ekspor Kopi Kerinci ke Mesir, Melalui pelabuhan Talang duku, Generasi Muda Diajak Tembus Pasar Global
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB