Lobi Senyap Negara Teluk dan Israel untuk Cegah Rencana Serangan AS ke Iran

- Redaksi

Sabtu, 17 Januari 2026 - 15:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Porosjambimedia.com – Rencana kemungkinan serangan militer Amerika Serikat terhadap Iran memicu gelombang lobi diplomatik dari sejumlah negara Timur Tengah. Israel bersama Arab Saudi, Qatar, dan Oman dilaporkan aktif mendekati Presiden AS Donald Trump agar tidak mengambil langkah agresif yang dikhawatirkan dapat mengguncang stabilitas kawasan.

Sejumlah pejabat Washington mengungkap bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menyampaikan pesan langsung kepada Trump untuk menunda opsi militer terhadap Teheran. Permintaan tersebut muncul di tengah ketegangan yang terus meningkat antara Iran dan Amerika Serikat dalam beberapa bulan terakhir.

Media internasional melaporkan, seorang pejabat senior AS menyebut bahwa Netanyahu menilai serangan terbuka justru berpotensi memperluas konflik dan memicu reaksi berantai di Timur Tengah. Sikap serupa juga datang dari negara-negara Teluk yang memiliki kepentingan langsung terhadap keamanan regional.

Dari Riyadh, seorang pejabat Arab Saudi mengungkap bahwa bersama Qatar dan Oman, pihaknya memimpin inisiatif diplomatik untuk meyakinkan Gedung Putih agar memberi ruang dialog dengan Iran. Negara-negara tersebut khawatir serangan militer akan menimbulkan konsekuensi ekonomi dan keamanan yang sangat berat, termasuk gangguan jalur energi global.

Baca Juga :  Dorong Optimalisasi Pengawasan THR 2026.

Sementara itu, sejumlah analis pertahanan AS menilai operasi militer skala besar belum tentu mampu menjatuhkan pemerintahan Iran. Sebaliknya, langkah itu berisiko memicu balasan terhadap pasukan dan aset Amerika di Timur Tengah, termasuk pangkalan di Teluk serta wilayah Israel.

Kekhawatiran tersebut diperkuat oleh kondisi kesiapan militer AS yang dinilai belum optimal. Saat ini Washington masih dalam proses mengerahkan tambahan kapal induk dari Laut China Selatan untuk memperkuat pertahanan di kawasan.

Tanda-tanda kewaspadaan juga terlihat dari penarikan sebagian personel Amerika dari Pangkalan Udara Al-Udeid di Qatar, serta peringatan perjalanan bagi warga AS di beberapa negara Timur Tengah. Langkah itu mencerminkan kekhawatiran nyata terhadap kemungkinan eskalasi mendadak.

Meski demikian, pemerintahan Trump menegaskan bahwa seluruh opsi tetap berada di atas meja. Duta Besar AS untuk PBB Mike Waltz menyatakan presiden ingin memastikan segala cara tersedia untuk menekan Iran agar menghentikan tindakan represif di dalam negeri.

Baca Juga :  9 Makanan Alami Penambah Trombosit, Penting Dikonsumsi Saat DBD

Di sisi lain, Iran telah memberi sinyal keras bahwa setiap serangan terhadap wilayahnya akan dibalas terhadap kepentingan militer AS dan jalur pelayaran internasional. Situasi saling ancam ini membuat negara-negara Teluk berusaha keras memainkan peran penengah.

Seorang pejabat Teluk menegaskan bahwa pesan yang disampaikan kepada Teheran juga jelas: serangan terhadap fasilitas Amerika di kawasan akan merusak hubungan Iran dengan tetangganya sendiri. Karena itu, jalur diplomasi dianggap satu-satunya pilihan rasional saat ini.

Hingga kini, keputusan final Trump belum diumumkan. Namun intensitas lobi dari sekutu-sekutu utama AS menunjukkan bahwa kekuatan regional lebih memilih stabilitas dibanding petualangan militer yang penuh ketidakpastian. (Dta)

Berita Terkait

QRIS Terus Mendunia, BI Siapkan Ekspansi Pembayaran Digital ke Hong Kong, India hingga Arab Saudi
10 Hari Tertimbun Lumpur, Perempuan 64 Tahun di Nepal Ditemukan Selamat oleh Tim Penyelamat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pesawat Sipil Jatuh di Fasilitas Radar AS di Alaska, Delapan Penumpang Dipastikan Meninggal
S&P Proyeksikan Rupiah Menguat ke Rp17.700 per Dolar AS pada 2026
Laporan ITE 4 Bulan Mengendap, Pelapor Akhirnya Dihubungi penyidik Polres Sarolangun
Patung Raksasa Lionel Messi di India Akan Dipindahkan Setelah Bergoyang Diterpa Angin
HIPMI Jambi Dukung Ekspor Kopi Kerinci ke Mesir, Melalui pelabuhan Talang duku, Generasi Muda Diajak Tembus Pasar Global
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB