Jakarta, Porosjambimedia.com– Keinginan memiliki tubuh ideal ternyata bisa berujung fatal jika dilakukan secara berlebihan. Seorang perempuan muda di China dilaporkan mengalami gangguan hormon serius hingga menyerupai kondisi menopause dini setelah menjalani pola diet ketat dan olahraga intens dalam waktu lama.
Perempuan berusia awal 20-an asal Provinsi Zhejiang tersebut mengalami berhentinya siklus menstruasi selama berbulan-bulan. Kondisi fisiknya juga menurun, ditandai dengan gangguan tidur dan penurunan fungsi ginjal, hingga akhirnya ia memutuskan untuk menjalani pemeriksaan medis.
Hasil evaluasi dokter menunjukkan ketidakseimbangan hormon yang signifikan. Kadar estrogen dalam tubuhnya berada pada level yang biasanya ditemukan pada perempuan usia akhir 40 hingga 50 tahun, atau mereka yang telah memasuki fase menopause.
Dokter kandungan yang menanganinya menduga pasien mengalami amenore hipotalamik, yakni kondisi di mana menstruasi berhenti akibat gangguan sinyal hormon dari otak. Gangguan ini umumnya dipicu oleh stres fisik ekstrem, olahraga berlebihan, serta asupan kalori yang terlalu rendah.
Dalam pengakuannya melalui sebuah unggahan video, perempuan tersebut menyebut dirinya sangat terobsesi dengan kebugaran. Ia rutin berolahraga hingga enam kali dalam sepekan, dengan durasi lebih dari satu jam setiap sesi. Di sisi lain, ia juga menerapkan diet rendah karbohidrat dan rendah lemak secara ketat.
Pola hidup tersebut menyebabkan tubuh kekurangan energi dan nutrisi penting. Kombinasi antara pembatasan makanan dan aktivitas fisik berintensitas tinggi diduga kuat menjadi pemicu utama terganggunya sistem hormonal dan metabolisme tubuhnya.
Dokter kemudian menyarankan agar pasien menghentikan sementara aktivitas olahraga intens dan mulai meningkatkan asupan nutrisi. Ia juga menjalani perawatan lanjutan, termasuk terapi untuk membantu memulihkan keseimbangan tubuh.
Tenaga medis menjelaskan bahwa ketika tubuh berada dalam kondisi defisit energi berkepanjangan, otak akan menganggap situasi tersebut sebagai ancaman. Akibatnya, tubuh secara otomatis menekan fungsi yang dianggap tidak vital, termasuk sistem reproduksi.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa menjaga kebugaran harus dilakukan secara seimbang. Olahraga dan diet yang ekstrem tanpa pengawasan justru dapat berdampak buruk bagi kesehatan jangka panjang. (Ai)















