Tidur Lama Tapi Tetap Mengantuk? Kenali Penyebab dan Solusi agar Tubuh Lebih Bugar

- Redaksi

Minggu, 18 Januari 2026 - 08:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung, Porosjambimedia.com Tidak sedikit orang yang merasa sudah tidur cukup lama, bahkan hingga berjam-jam, namun tetap bangun dalam kondisi lesu dan mengantuk. Sebaliknya, ada kalanya tidur singkat justru membuat tubuh terasa lebih segar. Kondisi ini bukan sekadar perasaan semata, melainkan berkaitan dengan kualitas tidur dan pengaturan jam biologis tubuh.

Selama ini, banyak orang menilai kualitas istirahat hanya dari lamanya waktu tidur. Padahal, durasi tidur tidak selalu mencerminkan seberapa efektif tubuh melakukan proses pemulihan. Tidur yang berkualitas ditandai dengan rasa segar saat bangun, bukan hanya lamanya mata terpejam.

Menurut pedoman kesehatan, tidur ideal adalah tidur yang mampu memulihkan energi fisik dan mental. Jika tubuh masih terasa lelah setelah bangun, kemungkinan ada faktor yang mengganggu proses tidur tersebut.

Mengapa Tidur Lama Tak Selalu Menyegarkan?

Salah satu penyebab utama adalah gangguan selama tidur. Kondisi seperti sering terbangun tanpa disadari, mimpi yang mengganggu, suara bising, cahaya berlebih, atau suhu kamar yang tidak sesuai dapat membuat tidur menjadi dangkal dan tidak optimal.

Stres juga memegang peran besar. Pikiran yang masih aktif akibat tekanan pekerjaan, tugas kuliah, atau masalah pribadi sering kali membuat otak sulit beristirahat sepenuhnya. Akibatnya, tubuh tidak mencapai fase tidur dalam yang dibutuhkan untuk pemulihan energi.

Baca Juga :  Bawaslu Kerinci Buka Rekrutmen P2P, Ajak Masyarakat Awasi Pemilu 2029

Faktor Penyebab Sering Mengantuk Meski Sudah Tidur Cukup

1. Minim Aktivitas Fisik dan Kebiasaan Menatap Layar

Gaya hidup kurang bergerak membuat metabolisme tubuh melambat dan menurunkan energi. Duduk terlalu lama tanpa diselingi aktivitas fisik ringan dapat membuat tubuh mudah mengantuk di siang hari.

Selain itu, penggunaan gawai menjelang tidur berdampak pada kualitas istirahat. Paparan cahaya biru dari layar ponsel atau laptop menghambat produksi melatonin, hormon yang membantu tubuh merasa mengantuk secara alami.

2. Pola Tidur yang Tidak Konsisten

Perbedaan jam tidur antara hari kerja dan akhir pekan dapat mengganggu ritme biologis. Tubuh menjadi kesulitan mengenali waktu istirahat yang ideal, sehingga rasa kantuk tetap muncul meski durasi tidur terlihat cukup.

3. Tidur Berlebihan

Tidur terlalu lama juga bisa berdampak negatif. Ketika tubuh tidur melebihi kebutuhan alaminya, keseimbangan hormon dapat terganggu dan justru memicu rasa lemas serta mengantuk sepanjang hari.

4. Masalah Kesehatan Tertentu

Kantuk berlebih juga dapat menjadi tanda kondisi medis seperti anemia, gangguan pernapasan saat tidur, atau ketidakseimbangan hormon. Pada kondisi ini, tidur panjang tidak mampu memberikan efek pemulihan yang optimal.

*Cara Meningkatkan Kualitas Tidur*

Agar tubuh terasa lebih segar saat bangun, penting untuk memperbaiki kualitas tidur, bukan sekadar menambah durasinya. Menjaga waktu tidur dan bangun yang konsisten setiap hari membantu tubuh menyesuaikan ritme biologis secara alami.

Baca Juga :  Sering Mengantuk Saat Kerja? Ternyata Air Putih Lebih Efektif daripada Kopi

Mengurangi penggunaan gawai setidaknya satu jam sebelum tidur dapat membantu produksi hormon tidur bekerja optimal. Lingkungan tidur juga perlu diperhatikan, mulai dari pencahayaan redup, suhu ruangan yang nyaman, hingga suasana yang tenang.

Pola makan turut berpengaruh terhadap kualitas istirahat. Membatasi konsumsi kafein di sore dan malam hari serta menjaga asupan nutrisi seimbang dapat membantu tubuh memasuki fase tidur yang lebih dalam.

Selain itu, melakukan aktivitas relaksasi seperti peregangan ringan, pernapasan dalam, atau meditasi singkat sebelum tidur dapat membantu menenangkan pikiran setelah aktivitas seharian.

Apabila rasa kantuk berlebihan terus berlanjut meski pola tidur dan gaya hidup sudah diperbaiki, sebaiknya pertimbangkan pemeriksaan kesehatan. Konsultasi dengan tenaga medis dapat membantu mengidentifikasi penyebab yang mendasari dan memastikan tubuh mendapatkan istirahat yang benar-benar berkualitas. (Ai)

Berita Terkait

Kemenag Kerinci Matangkan Persiapan Pelaksanaan OMI Tingkat Kabupaten Tahun 2026
Kenali BPA pada Wadah Air Minum, Ini Langkah Bijak untuk Menjaga Keamanan Keluarga
4 Tips Cegah Kolesterol Naik Saat Idul Adha, Tetap Bisa Nik
Rutin Jalan Kaki 5.000 Langkah Setiap Pagi, Ini 2 Manfaat Besarnya untuk Kesehatan
5 Manfaat Sarapan 2 Telur Rebus Setiap Hari, dari Energi hingga Kesehatan Otak
Tumit Kasar dan Pecah-pecah? Ini 3 Cara Praktis Rekomendasi Doris Day
Manfaat dan Kandungan Gizi Ubi Rebus, Benarkah Cocok untuk Diet?
Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis di Sungai Penuh, Pendaftaran Dibuka Hingga Juni 2026
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB