Jakarta, Porosjambimedia.com – Upaya diplomatik intensif dilakukan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mencegah Amerika Serikat melancarkan aksi militer terhadap Iran dalam waktu dekat. Sumber dari pemerintahan AS menyebut Netanyahu secara khusus meminta Presiden Donald Trump mempertimbangkan kembali langkah ofensif yang dinilai berisiko memicu perang besar di Timur Tengah.
Menurut laporan media internasional, permintaan tersebut disampaikan Netanyahu di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran. Pemerintah Israel disebut khawatir bahwa serangan langsung ke Iran justru akan memicu respons balasan yang sulit dikendalikan dan mengancam keamanan Israel sendiri.
Tidak hanya Israel, sejumlah negara Teluk seperti Arab Saudi, Qatar, dan Oman juga dikabarkan melakukan pendekatan serupa kepada Gedung Putih. Mereka menilai konfrontasi militer akan membawa dampak ekonomi dan keamanan yang serius bagi kawasan, termasuk terganggunya jalur energi global.
Sejumlah penasihat Trump dilaporkan ikut memberikan pertimbangan agar opsi serangan skala besar tidak ditempuh. Analisis internal pemerintah AS menyebut bahwa tindakan tersebut belum tentu mampu melemahkan rezim di Teheran, tetapi justru berpotensi memperluas konflik hingga melibatkan banyak negara.
Di sisi lain, kesiapan militer AS di kawasan dinilai belum memadai untuk menghadapi kemungkinan serangan balasan Iran. Washington saat ini masih melakukan penyesuaian penempatan kekuatan, termasuk pengerahan kapal induk tambahan menuju Timur Tengah.
Langkah antisipatif juga mulai dilakukan otoritas Amerika. Sebagian personel telah ditarik dari beberapa fasilitas strategis, sementara warga AS di wilayah tertentu diminta meningkatkan kewaspadaan dan membatasi perjalanan.
Meski demikian, pemerintah AS belum mengambil keputusan final. Perwakilan Washington di PBB menegaskan bahwa seluruh opsi tetap dipertimbangkan untuk merespons situasi di Iran, namun keputusan akan diambil dengan memperhitungkan stabilitas regional dan kepentingan keamanan jangka panjang. (DTA)















