Limapuluh Kota, Porosjambimedia.com – Munculnya sinkhole atau lubang besar secara tiba-tiba di area persawahan warga di Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, menyedot perhatian masyarakat luas. Fenomena alam tersebut kini ramai dikunjungi warga yang ingin melihat langsung, bahkan mengambil air dari dalam lubang.
Sejak terbentuk, sinkhole itu menjadi perbincangan karena air yang mengalir di dalamnya dipercaya sebagian warga memiliki khasiat tertentu. Tak hanya warga sekitar, pengunjung dari daerah lain juga berdatangan dengan membawa botol dan jeriken untuk menampung air tersebut.
Warga Datang dari Berbagai Daerah
Pantauan di lokasi menunjukkan aktivitas warga yang silih berganti mendekati area sinkhole. Beberapa di antaranya mengaku penasaran setelah mendengar cerita bahwa air dari lubang tersebut bisa membantu penyembuhan penyakit.
Risnawati, warga asal Payakumbuh, mengaku sengaja datang untuk mengambil air. Menurutnya, ia hanya ingin mencoba karena banyak cerita beredar di masyarakat.
“Banyak yang bilang airnya bagus. Saya coba ambil sedikit untuk dibawa pulang,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Upik, pengunjung lainnya. Ia mengaku tidak ingin melewatkan kesempatan tersebut meski belum ada kepastian mengenai manfaat air tersebut.
“Siapa tahu ada manfaatnya, jadi kami bawa saja,” katanya.
Peringatan dari Aparat Setempat
Wali Jorong Tepi Situjuah Batua, Salmi, membenarkan bahwa sejak sinkhole muncul, jumlah pengunjung terus bertambah. Namun ia menegaskan bahwa lokasi tersebut bukan tempat wisata dan berpotensi membahayakan.
Menurut Salmi, kondisi lubang masih relatif stabil meski terjadi pergeseran tanah di sekitar area. Gerusan air di bagian dalam lubang juga terlihat jelas, sehingga masyarakat diminta tidak mendekat ke tepi sinkhole.
“Kami mengutamakan keselamatan warga. Tanah di sekitar lubang masih rawan runtuh. Jangan sampai ada korban karena terlalu dekat,” ujarnya.
Dampak bagi Warga Sekitar
Kemunculan sinkhole ini juga berdampak pada aktivitas pertanian warga. Lahan sawah di sekitar lokasi tidak bisa lagi diolah karena dianggap berisiko. Para petani terpaksa menunda masa tanam hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman.
Pihak setempat terus memantau perkembangan sinkhole dan mengimbau masyarakat untuk tidak mempercayai klaim khasiat air tanpa bukti ilmiah. Keselamatan dan kewaspadaan tetap menjadi hal utama di tengah fenomena alam yang belum sepenuhnya dipahami ini. (Ai)















