DPR Temukan Empat Isu Krusial dalam Penanganan Pascabencana di Aceh

- Redaksi

Minggu, 11 Januari 2026 - 05:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Porosjambimedia.com – Dewan Perwakilan Rakyat melalui Satuan Tugas Penanggulangan Pascabencana (Satgas Galapana) mengungkap empat persoalan utama yang masih menjadi pekerjaan rumah dalam pemulihan wilayah terdampak bencana di Aceh.

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, T.A. Khalid, menyampaikan hasil koordinasi Satgas Galapana DPR bersama Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Pemerintah dalam rapat yang digelar di Banda Aceh pada Sabtu (10/1/2026). Dalam rapat tersebut, Khalid bertindak sebagai penanggung jawab DPR yang menjembatani tindak lanjut antara parlemen dan pemerintah.

Menurut Khalid, Satgas Galapana telah melakukan pemantauan langsung ke lapangan serta berkoordinasi dengan para kepala daerah di Aceh yang wilayahnya terdampak bencana pada awal Januari 2026. Seluruh temuan dan laporan dari lapangan kemudian dirangkum dan dibahas dalam rapat lanjutan pada 5 Januari 2026.

Baca Juga :  Pemerintah Siapkan Skema Khusus Penyesuaian Penghasilan Hakim Ad Hoc

Ia menjelaskan bahwa sebagian persoalan dapat segera ditangani berkat koordinasi lintas kementerian dan lembaga yang berjalan efektif. Salah satu isu yang berhasil diselesaikan adalah penyesuaian konsep hunian sementara (Huntara) agar lebih ramah bagi perempuan dan anak.

Khalid menyebutkan, empat masalah utama yang masih menjadi fokus penanganan pascabencana meliputi normalisasi sungai untuk mencegah banjir susulan, percepatan pembangunan Huntara, pembukaan akses infrastruktur ke wilayah yang masih terisolasi, serta pembersihan rumah warga dengan kategori rusak ringan.

Baca Juga :  Tampang Dua Pria Pembunuh Teman Lama di TPU Bekasi,

Ia menambahkan, tumpukan kayu dan material di sejumlah sungai masih berpotensi memicu banjir meskipun hujan hanya turun dalam waktu singkat, sehingga penanganan normalisasi sungai menjadi prioritas mendesak. (Khy)

Berita Terkait

Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik, Ombudsman RI Pantau Layanan Penumpang di Bandara
Erupsi Anak Krakatau Picu Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Bakauheni
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Jakarta, BNPB Kerahkan Modifikasi Cuaca hingga Malam
Perkuat Penanganan Karhutla, Jambi Dapat Tambahan Helikopter Water Bombing dari Pemerintah Pusat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pemerintah Siapkan Rekonstruksi Rumah Korban Gempa NTT, Pendataan Jadi Prioritas
Hotspot Karhutla di Kalimantan Meningkat 4 Kali Lipat dalam Sehari
Korban Gempa M 7,7 di NTT Capai 83 Orang, Ribuan Warga Masih Terdampak
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB