Super Flu Merebak, Wabah Influenza AS Capai Rekor Tertinggi dalam 25 Tahun

- Redaksi

Kamis, 8 Januari 2026 - 21:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Porosjambimedia.com Amerika Serikat tengah dilanda wabah influenza besar yang mencatatkan angka kasus tertinggi dalam 25 tahun terakhir. Hampir seluruh negara bagian kini masuk kategori aktivitas flu tinggi hingga sangat tinggi, menandai salah satu musim flu paling berat sejak akhir 1990-an.

Lonjakan ini dikaitkan dengan meluasnya penyebaran varian baru influenza A (H3N2) subclade K, yang oleh sejumlah pakar dijuluki sebagai “super flu” karena kemampuannya menembus kekebalan tubuh.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), kunjungan medis akibat gejala mirip influenza—seperti demam, batuk, dan nyeri tenggorokan—mencapai titik tertinggi sejak musim flu 1997–1998. Pada pekan terakhir tahun lalu, sekitar 8,2 persen kunjungan layanan kesehatan secara nasional berkaitan dengan penyakit mirip flu, meningkat tajam dibandingkan musim sebelumnya yang berada di angka 6,7 persen.

Ahli epidemiologi dari Johns Hopkins Center for Health Security, Dr Caitlin Rivers, menyebut situasi saat ini sebagai kondisi yang sangat jarang terjadi. Ia menegaskan bahwa sebagian besar wilayah AS masih berada di fase puncak penularan.

Lonjakan kasus ini dinilai tidak biasa karena terjadi setelah musim flu sebelumnya yang juga tergolong berat. Umumnya, musim flu parah tidak muncul secara berturut-turut dalam dua tahun.

Baca Juga :  Nathalie Holscher Jalani Manasik Sebelum Berangkat Umrah di Bulan Ramadan

Di beberapa negara bagian, termasuk Massachusetts, tekanan terhadap sistem layanan kesehatan semakin terasa. Rumah sakit melaporkan lonjakan pasien flu dengan kondisi berat, termasuk pada anak-anak. Komisioner Kesehatan Publik Massachusetts, dr Robbie Goldstein, mengingatkan bahwa influenza bukan penyakit sepele dan dapat berujung pada komplikasi serius hingga kematian.

CDC memperkirakan sekitar 11 juta orang telah terinfeksi flu musim ini. Dari jumlah tersebut, sekitar 120 ribu pasien harus dirawat di rumah sakit dan kurang lebih 5.000 orang meninggal dunia, termasuk sembilan anak. Meski tingkat rawat inap kumulatif saat ini menjadi yang ketiga tertinggi sejak 2010, para ahli memperingatkan angka tersebut masih berpotensi bertambah karena penularan belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.

Para pakar menilai, subclade K memiliki perbedaan genetik yang cukup signifikan dibandingkan strain sebelumnya, sehingga virus lebih mampu menghindari respons imun, bahkan pada individu yang pernah terinfeksi flu di musim-musim lalu. Selain itu, varian ini mulai menyebar setelah komposisi vaksin flu musim ini ditetapkan, sehingga efektivitas vaksin terhadap varian tersebut diperkirakan tidak maksimal, meski tetap mampu menekan risiko sakit berat dan kematian.

Baca Juga :  Antisipasi Penyebaran Super Flu, Pemkot Surabaya Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Di tengah situasi ini, para ahli kesehatan tetap menganjurkan masyarakat untuk melakukan vaksinasi flu. Direktur Center for Infectious Disease Research and Policy University of Minnesota, Dr Michael Osterholm, menegaskan bahwa vaksinasi masih menjadi perlindungan terbaik untuk mengurangi dampak terburuk flu, dengan catatan tubuh memerlukan waktu sekitar satu hingga dua pekan untuk membentuk kekebalan.

Namun, data CDC menunjukkan tren penurunan cakupan vaksinasi flu, baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Dengan aktivitas flu yang diperkirakan masih berlangsung selama beberapa minggu ke depan, kewaspadaan, vaksinasi, serta penerapan langkah pencegahan dasar dinilai krusial untuk menekan dampak wabah influenza terburuk dalam 25 tahun terakhir ini.

Berita Terkait

Kemenag Kerinci Matangkan Persiapan Pelaksanaan OMI Tingkat Kabupaten Tahun 2026
Kenali BPA pada Wadah Air Minum, Ini Langkah Bijak untuk Menjaga Keamanan Keluarga
4 Tips Cegah Kolesterol Naik Saat Idul Adha, Tetap Bisa Nik
Rutin Jalan Kaki 5.000 Langkah Setiap Pagi, Ini 2 Manfaat Besarnya untuk Kesehatan
5 Manfaat Sarapan 2 Telur Rebus Setiap Hari, dari Energi hingga Kesehatan Otak
Tumit Kasar dan Pecah-pecah? Ini 3 Cara Praktis Rekomendasi Doris Day
Manfaat dan Kandungan Gizi Ubi Rebus, Benarkah Cocok untuk Diet?
Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis di Sungai Penuh, Pendaftaran Dibuka Hingga Juni 2026
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB