JAKARTA, Porosjambimedia.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memutuskan untuk kembali memperpanjang status tanggap darurat di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Keputusan ini diambil menyusul masih ditemukannya aktivitas bencana lanjutan berupa longsor dan aliran material lumpur dalam beberapa hari terakhir.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa Agam menjadi satu-satunya wilayah di Sumatera Barat yang masih berada dalam kondisi darurat. Sementara daerah lain telah memasuki tahap pemulihan transisi.
Menurut BNPB, selain pergerakan tanah, wilayah terdampak juga masih mengalami banjir lumpur bercampur batu berukuran besar yang oleh masyarakat setempat dikenal dengan istilah galodo. Fenomena ini dinilai sangat berbahaya karena berpotensi terjadi secara tiba-tiba saat hujan turun.
Hasil pemantauan menunjukkan adanya sejumlah rekahan di kawasan hulu perbukitan. Retakan tersebut menjadi faktor utama yang memicu ketidakstabilan tanah. BNPB menilai hujan dengan intensitas sedang namun berlangsung lama sudah cukup untuk memicu longsor susulan.
Saat ini, BNPB bersama pemerintah daerah terus melakukan pemantauan intensif dan upaya mitigasi, termasuk pemetaan wilayah rawan dan peningkatan kewaspadaan masyarakat di sekitar aliran sungai serta lereng perbukitan.
BNPB menegaskan bahwa status tanggap darurat hanya dipertahankan di Kabupaten Agam karena dinamika bencana masih berlangsung. Sementara itu, kabupaten dan kota lain di Sumatera Barat telah beralih ke fase transisi darurat menuju pemulihan.















