Mantan Pejabat WHO Nilai ‘Super Flu’ Belum Menuju Pandemi Global

- Redaksi

Kamis, 1 Januari 2026 - 21:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Porosjambimedia.com – Munculnya lonjakan kasus influenza di sejumlah negara akibat varian baru Influenza A (H3N2) subclade K memunculkan kekhawatiran publik akan potensi pandemi berikutnya pasca COVID-19. Istilah “super flu” pun ramai diperbincangkan karena dianggap memiliki tingkat penularan yang lebih cepat dibandingkan flu musiman biasa.

Namun, mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Prof. Tjandra Yoga Aditama, menegaskan bahwa kondisi saat ini belum mengarah pada situasi pandemi global.

“Berdasarkan perkembangan yang ada sekarang, fenomena ini lebih mengarah pada gelombang flu yang lebih berat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Belum bisa disebut sebagai pandemi,” ujar Prof. Tjandra dalam keterangannya, Kamis (1/1/2026).

Tiga Faktor Penentu Menuju Pandemi

Prof. Tjandra menjelaskan bahwa penilaian suatu wabah menjadi pandemi tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa. Ada tiga faktor utama yang harus terjadi secara bersamaan.

Pertama, terjadinya mutasi besar yang membuat virus menjadi benar-benar baru dan berbeda secara signifikan dari varian sebelumnya. Kedua, peningkatan drastis penularan yang disertai tingkat keparahan lebih tinggi, sehingga berdampak besar pada sistem kesehatan. Ketiga, penyebaran global lintas negara yang masif dan sulit dibendung.

Baca Juga :  Viral Isu Siomay Ikan Sapu-sapu, Ini Cara Mudah Mengenali Perbedaannya

“Jika ketiga unsur ini tidak muncul bersamaan, maka peluangnya menjadi pandemi relatif kecil,” jelasnya.

H3N2 Bukan Virus Baru

Menurut Prof. Tjandra, virus H3N2 bukanlah patogen baru. Virus ini telah lama dikenal sebagai salah satu penyebab flu musiman dan pernah memicu lonjakan besar influenza pada tahun 1968.

Lonjakan kasus influenza yang terjadi pada akhir 2025 di negara-negara seperti Amerika Serikat, Kanada, Jepang, serta kemungkinan di Malaysia dan Thailand, juga disebabkan oleh virus H3N2. Perbedaannya, saat ini varian tersebut telah berkembang menjadi subclade K, yang dilaporkan mengalami sekitar tujuh kali mutasi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sejak November 2025 mencatat bahwa subclade K menyebar dengan cepat dan mendominasi kasus influenza di sejumlah negara belahan bumi utara.

Lonjakan Kasus Influenza Global

Data terbaru dari Amerika Serikat per 30 Desember 2025 menunjukkan aktivitas influenza berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi di 32 negara bagian, meningkat signifikan dari pekan sebelumnya yang tercatat di 17 negara bagian.

Baca Juga :  PS Semurup Putuskan Mundur dari Bupati Cup Kerinci 2025 Setelah Keputusan Ulang Laga Dipersoalkan

Jumlah pasien influenza yang dirawat di rumah sakit melonjak menjadi 19.053 orang, hampir dua kali lipat dari minggu sebelumnya. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) juga melaporkan sekitar 3.100 kematian akibat influenza pada musim flu kali ini, termasuk peningkatan kasus kematian pada anak.

Sebagian besar kasus influenza tersebut diketahui disebabkan oleh virus H3N2, yang kuat diduga didominasi oleh subclade K.

Imbauan Tetap Waspada

Meski belum mengarah ke pandemi, Prof. Tjandra mengingatkan masyarakat dan pemerintah untuk tetap waspada, memperkuat surveilans penyakit, serta meningkatkan cakupan vaksinasi influenza, terutama bagi kelompok rentan.

“Kewaspadaan penting, tetapi kepanikan tidak diperlukan,” pungkasnya. (Hst)

Berita Terkait

Kemenag Kerinci Matangkan Persiapan Pelaksanaan OMI Tingkat Kabupaten Tahun 2026
Kenali BPA pada Wadah Air Minum, Ini Langkah Bijak untuk Menjaga Keamanan Keluarga
4 Tips Cegah Kolesterol Naik Saat Idul Adha, Tetap Bisa Nik
Rutin Jalan Kaki 5.000 Langkah Setiap Pagi, Ini 2 Manfaat Besarnya untuk Kesehatan
5 Manfaat Sarapan 2 Telur Rebus Setiap Hari, dari Energi hingga Kesehatan Otak
Tumit Kasar dan Pecah-pecah? Ini 3 Cara Praktis Rekomendasi Doris Day
Manfaat dan Kandungan Gizi Ubi Rebus, Benarkah Cocok untuk Diet?
Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis di Sungai Penuh, Pendaftaran Dibuka Hingga Juni 2026
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB