Jakarta, Porosjambimedia.com — Setelah 50 tahun meninggalkan Bumi, wahana antariksa legendaris milik NASA, Voyager 1, kini bersiap mencetak rekor baru dalam sejarah eksplorasi luar angkasa.
Pada November 2026, Voyager 1 diperkirakan akan mencapai jarak 1 hari cahaya dari Bumi — menjadikannya objek buatan manusia pertama yang mampu melampaui batas tersebut.
Voyager 1 diluncurkan pada 5 September 1977, beberapa minggu setelah Voyager 2, dengan misi utama mempelajari planet-planet luar di tata surya.
Peluncuran dilakukan pada periode langka ketika posisi planet-planet sejajar secara presisi, memungkinkan Voyager memanfaatkan “gravitational assist” atau manuver ketapel untuk melaju lebih jauh tanpa tambahan energi.
Dengan kecepatan mencapai 61.115 km per jam, Voyager 1 kini berada sekitar 15,67 miliar mil dari Bumi dan berjarak 2,61 miliar mil dari saudara kembarnya, Voyager 2. Tonggak sejarah terbarunya — mencapai jarak satu hari cahaya atau sekitar 16,09 miliar mil — akan menandai babak baru perjalanan sang penjelajah antarbintang.
Namun perjalanan panjang ini juga mendekati batas kemampuan wahana.
NASA memprediksi bahwa sekitar tahun 2036, Voyager 1 tidak lagi dapat berkomunikasi dengan Bumi karena keterbatasan energi. Sistem-sistem vitalnya diperkirakan akan berhenti satu per satu.
Sebelumnya, Voyager 1 telah menorehkan pencapaian monumental ketika menembus heliopause — batas wilayah pengaruh Matahari — dan resmi memasuki ruang antarbintang pada 25 Agustus 2012, sebuah wilayah yang dipenuhi radiasi dan partikel kosmik dari galaksi Bima Sakti.
Meski demikian, perjalanan Voyager 1 masih sangat panjang. Ia diproyeksikan membutuhkan 300 tahun untuk mencapai area terdekat Awan Oort, lokasi kumpulan komet dan sisa pembentukan tata surya, dan 30.000 tahun untuk menembus seluruh wilayah tersebut. Setelah itu, arah perjalanan wahana akan membawanya menuju konstelasi Ophiuchus.
Lebih jauh lagi, pada sekitar tahun 40.272 M, Voyager 1 akan berada pada jarak 1,7 tahun cahaya dari salah satu bintang di konstelasi Ursa Minor — titik yang semakin menegaskan statusnya sebagai saksi bisu perjalanan tanpa akhir di ruang antarbintang. (Hst)
Sumber Berita : CNBC INDONESIA















