Jakarta,Porosjambimedia.com – Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) memutuskan memulangkan empat astronaut dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) lebih cepat dari jadwal semula setelah salah satu anggota kru mengalami gangguan kesehatan misterius.
NASA menyatakan kondisi astronaut tersebut kini stabil dan tidak membutuhkan perawatan khusus selama perjalanan kembali ke Bumi. Namun, evaluasi medis lanjutan dinilai lebih aman dilakukan di fasilitas kesehatan darat yang memiliki peralatan lengkap.
“Kami memiliki kemampuan medis yang baik di ISS, tetapi tidak sebanding dengan fasilitas darurat di Bumi untuk pemeriksaan menyeluruh,” ujar Kepala Medis NASA, Dr. James Polk, seperti dikutip dari CNN.
Empat astronaut yang akan meninggalkan ISS merupakan bagian dari misi SpaceX Crew-11, yakni astronaut NASA Mike Fincke dan Zena Cardman, astronaut Jepang Kimiya Yui, serta kosmonaut Rusia Oleg Platonov. Misi mereka sejatinya baru dijadwalkan berakhir bulan depan.
Keputusan pemulangan dipercepat diambil langsung oleh Administrator NASA yang baru, Jared Isaacman. Ia menjelaskan, langkah tersebut memungkinkan karena kru pengganti dalam misi Crew-12 dijadwalkan meluncur ke ISS dalam beberapa pekan ke depan, dengan kemungkinan percepatan jadwal peluncuran.
Biasanya, NASA menunggu kru pengganti tiba sebelum memulangkan tim yang bertugas. Namun, kondisi kesehatan kru dinilai sebagai pertimbangan utama.
• Spacewalk Ditunda
Masalah medis ini pertama kali terungkap saat NASA mengumumkan penundaan aktivitas spacewalk yang sebelumnya telah dijadwalkan. Setelah Crew-11 kembali ke Bumi, hanya akan tersisa satu astronaut NASA di ISS, yakni Chris Williams, yang tiba menggunakan kapsul Soyuz sebagai bagian dari kesepakatan kerja sama AS–Rusia.
Pakar kesehatan antariksa dari Toronto Metropolitan University, Dr. Farhan Asrar, menyebut penanganan medis di luar angkasa menghadapi tantangan besar.
“Lingkungan mikrogravitasi memberi tekanan ekstrem pada tubuh manusia, mulai dari jantung, tulang, mata, hingga kondisi psikologis. Penyakit ringan di Bumi bisa berkembang menjadi masalah serius di orbit,” jelasnya.
NASA menegaskan tidak akan mengungkap identitas maupun detail kondisi astronaut yang terdampak, sesuai kebijakan privasi yang selama ini diterapkan. Kasus serupa pernah terjadi pada Oktober 2024, ketika seorang kru misi SpaceX Crew-8 harus dilarikan ke rumah sakit setibanya kembali dari ISS. (Dta)















