Anak Gajah Sumatera di Riau Kembali Mati, Total Tiga Ekor Tewas dalam Tujuh Bulan

- Redaksi

Senin, 24 November 2025 - 21:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAMBI, Porosjambimedia.com – Populasi gajah sumatera di Riau kembali terpukul setelah seekor anak gajah berusia 1 tahun 6 bulan ditemukan mati di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Sebanga, Kabupaten Bengkalis, pada Sabtu (22/11/2025).

Gajah betina bernama Nurlela—atau Lela—itu merupakan keturunan dari gajah latih Puja dan Sarma yang menghuni Pusat Latihan Gajah (PLG) Sebanga.

Kematian Lela menambah daftar kehilangan anak gajah sumatera dalam kurun waktu tujuh bulan terakhir, menyoroti semakin rentannya kelangsungan hidup satwa langka tersebut

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menyampaikan bahwa penyebab kematian masih menunggu hasil analisis laboratorium

Kepala BBKSDA Riau, Supartono, mengatakan bahwa sebelum meninggal Lela menunjukkan penurunan aktivitas meski masih makan, minum, dan menyusu seperti biasa. “Tim medis langsung diturunkan dan dilakukan pemantauan ketat setiap dua jam,” ungkapnya.

Namun kondisi Lela tiba-tiba memburuk. Dalam satu malam, ia mengalami beberapa kali episode jatuh dan menjerit kesakitan, hingga akhirnya ditemukan tak bernyawa pada pukul 05.30 WIB.

Baca Juga :  Gerak Cepat...Kurang dari 24 jam, Pencuri Laptop Di Semurup ditangkap Opsnal Satreskrim Polres Kerinci

Kematian Gajah Muda yang Berulang

Lela bukan satu-satunya gajah muda yang mati tahun ini. Pada 21 April 2025, anak gajah usia tiga bulan bernama Yuni juga meninggal usai menjalani proses penyelamatan panjang. Yuni ditemukan terpisah dari induknya di Kabupaten Kampar dalam kondisi lemah. Meskipun sempat dibawa ke PLG Minas, tidak ada gajah dewasa yang bersedia menerimanya.

Yuni kemudian dipindahkan ke PLG Sebanga untuk diasuh Puja, namun kembali ditolak. Stres berkepanjangan membuatnya terserang pneumonia, infeksi usus, dan radang lambung hingga akhirnya meninggal dunia

Kasus serupa juga terjadi pada 10 September 2025. Seekor anak gajah bernama Kalistha Lestari (Tari), berusia dua tahun dan dikenal publik sebagai anak angkat Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, ditemukan mati di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN).

Tari sebelumnya terinfeksi Elephant Endotheliotropic Herpesvirus (EEHV), salah satu virus paling mematikan bagi gajah muda.

Baca Juga :  Mensos Laporkan Program Sekolah Rakyat ke Presiden Prabowo

Upaya Penyelamatan dan Evaluasi Konservasi

BBKSDA Riau telah melakukan nekropsi terhadap Lela dan mengirim sampel jaringan ke laboratorium untuk memastikan penyebab pasti kematian. Supartono menegaskan bahwa rangkaian kematian anak gajah ini harus menjadi alarm serius bagi seluruh pemangku kepentingan.

“Rentetan kasus kehilangan gajah muda ini harus menjadi bahan evaluasi besar bagi upaya konservasi ke depan. Kami berharap hasil laboratorium dapat memberikan gambaran jelas tentang faktor penyebab kematian,” ujarnya.

Dengan tiga anak gajah yang mati hanya dalam tujuh bulan, kondisi populasi gajah sumatera—satwa yang telah lama berstatus kritis—kian mengkhawatirkan dan membutuhkan langkah perlindungan yang lebih kuat. (Hst)

Sumber Berita : Jambiindependent.co.id

Berita Terkait

Hujan Deras Disertai Petir, Petani di Pinggir Air Sungai Penuh Meninggal di Sawah
Cegah Karhutla Meluas, TNI-Polri dan Tim Gabungan Perkuat Patroli di Londrang Muaro Jambi
Hotman Paris Apresiasi Penanganan Dugaan Korupsi Eks Jampidsus, Soroti Komitmen Pemerintah Berantas Korupsi
Sidang MDR Memanas, Jaksa Ungkap Pengakuan Terdakwa, PH Minta Tes DNA
Dugaan Pungutan dalam Rekrutmen SPPG di Kerinci Tengah Jadi Sorotan, Masyarakat Minta Transparansi
Kebakaran Hebat Landa Rumah Orang tua Mantan PJ.Bupati Asraf hingga Merambat kerumahnya.
Laporan ITE Berbulan-Bulan Jalan di Tempat, Arya Candra: Jangan Biarkan Pencari Keadilan Digantung Tanpa Kepastian
Perkara MDR Mulai Disidangkan, Tim Hukum Soroti Proses Penyidikan dan Bukti DNA
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB