Purbaya ungkap akan ada Penangkapan Besar-Besaran dalam Waktu Dekat!

- Redaksi

Selasa, 21 Oktober 2025 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, PorosJambiMedia.com — Pemerintah tengah bersiap melakukan langkah tegas terhadap praktik mafia ekonomi yang selama ini merugikan keuangan negara.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat, akan ada penangkapan besar-besaran terhadap jaringan mafia penyelundupan di berbagai sektor strategis.

“Sudah ada nama-namanya. Tinggal kami pilih siapa yang akan diproses lebih dulu. Banyak yang bermain di sektor tekstil, baja, dan lainnya,” ujar Purbaya kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (20/10/2025).

Menurut Purbaya, praktik penyelundupan dan manipulasi dokumen seperti under invoicing (pelaporan nilai impor lebih rendah dari harga sebenarnya) masih menjadi masalah serius yang menggerogoti penerimaan negara.

Sektor industri seperti tekstil dan baja disebut menjadi ladang subur bagi pelaku penyelundupan. Modusnya beragam, mulai dari manipulasi dokumen, permainan pajak impor, hingga penghindaran bea masuk.

“Yang paling banyak itu di sektor tekstil dan baja. Kita sedang siapkan langkah penegakan hukum yang tegas,” kata Purbaya.

Meski belum mengungkap nilai pasti kerugian negara, ia memastikan potensi kerugian mencapai angka signifikan dan saat ini sedang dihitung oleh tim audit internal Kemenkeu.

Baca Juga :  Suasana Cair di Kantor Seskab, Susi Pudjiastuti Datang Bawa Cokelat dan Tawa

“Masih kita hitung. Tapi nilainya pasti besar, karena praktik ini berlangsung lama dan melibatkan banyak pihak,” tegasnya.

Selain menindak mafia dari luar, Purbaya juga menegaskan komitmennya untuk melakukan “bersih-bersih” di tubuh Kementerian Keuangan, khususnya di dua direktorat yang paling strategis: Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

“Kita berantas kebocoran bukan hanya di luar, tapi juga di dalam. Ada pegawai yang bermain, akan kami tindak tegas,” ujar Purbaya.

Sebagai bentuk keterbukaan dan partisipasi publik, Kemenkeu juga resmi meluncurkan layanan pengaduan masyarakat bertajuk “Lapor Pak Purbaya”. Melalui layanan ini, masyarakat dapat langsung melaporkan indikasi penyimpangan, pungli, atau penyelundupan yang melibatkan aparat pajak maupun bea cukai.

Nomor WhatsApp 0822 4040 6600 kini resmi digunakan sebagai kanal utama pelaporan masyarakat.

Layanan ini dibuka setiap hari dan dikelola langsung oleh tim pengawasan internal Kemenkeu.

Baca Juga :  Makan Malam Romantis Tandai Kebersamaan Keluarga Besar AMI Sambut Tahun Baru 2026 di Bali

“Silakan masyarakat lapor kalau ada petugas nakal atau masalah di bea cukai dan pajak. Kami akan tindaklanjuti. Ini bagian dari reformasi menyeluruh,” kata Purbaya menegaskan.

Purbaya memastikan kebijakan bersih-bersih mafia ekonomi dan penegakan disiplin pegawai akan menjadi fokus utama pemerintah dalam menjaga stabilitas fiskal dan memperkuat penerimaan negara.

“Arah ke depan, kita ingin pertumbuhan ekonomi lebih cepat dengan menutup semua kebocoran. Kami bekerja keras memastikan sistem pajak dan bea cukai bersih dari mafia,” ujarnya optimistis.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi keuangan negara dan memperkuat pondasi ekonomi nasional di tengah tantangan global yang dinamis. (Hst)

Sumber Berita : CNN INDONESIA

Berita Terkait

Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik, Ombudsman RI Pantau Layanan Penumpang di Bandara
Erupsi Anak Krakatau Picu Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Bakauheni
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Jakarta, BNPB Kerahkan Modifikasi Cuaca hingga Malam
Perkuat Penanganan Karhutla, Jambi Dapat Tambahan Helikopter Water Bombing dari Pemerintah Pusat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pemerintah Siapkan Rekonstruksi Rumah Korban Gempa NTT, Pendataan Jadi Prioritas
Hotspot Karhutla di Kalimantan Meningkat 4 Kali Lipat dalam Sehari
Korban Gempa M 7,7 di NTT Capai 83 Orang, Ribuan Warga Masih Terdampak
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB