Menkeu Purbaya Soroti Dugaan Kolusi Oknum Bea Cukai dalam Kasus Impor Tiffany & Co

- Redaksi

Sabtu, 14 Februari 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Porosjambimedia.com – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkap dugaan adanya praktik tidak wajar antara oknum pejabat Bea Cukai dengan perusahaan perhiasan mewah Tiffany & Co terkait pelanggaran impor. Dugaan tersebut mencuat setelah tiga gerai Tiffany & Co di Jakarta disegel otoritas berwenang.

Purbaya menyatakan indikasi keterlibatan sejumlah pegawai lama dalam kasus tersebut. Ia memastikan bahwa rotasi jabatan akan dilakukan sebagai bagian dari langkah pembenahan internal di lingkungan Kementerian Keuangan.

Menurutnya, reformasi birokrasi terus diperkuat dengan menempatkan pejabat-pejabat baru yang dinilai memiliki integritas dan keberanian dalam mengambil tindakan tegas terhadap pelanggaran.

Baca Juga :  Rapat Gabungan Penyampaian Laporan Hasil Pembahasan Ranperda APBD Tahun Anggaran 2026

Dalam penelusuran awal, ditemukan adanya barang impor yang diduga tidak melalui prosedur kepabeanan yang semestinya. Sebagian produk disebut berasal dari Spanyol dan tidak dapat menunjukkan dokumen impor resmi saat diperiksa.

Meski demikian, tidak seluruh barang bermasalah dikategorikan sebagai penyelundupan. Sebagian di antaranya tercatat membayar bea masuk dan pajak, namun terdapat indikasi praktik *under invoicing*, yakni pencantuman nilai barang yang lebih rendah dari harga sebenarnya untuk mengurangi beban pajak.

Purbaya menegaskan bahwa penanganan kasus ini akan melibatkan sinergi antara Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta Direktorat Jenderal Pajak guna memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga :  Pimpinan DPRD sambut Silaturahmi Kepala Kejaksaan Negeri Sungai Penuh

Pemerintah berkomitmen untuk menindak tegas segala bentuk pelanggaran di sektor perdagangan internasional demi menjaga kredibilitas sistem perpajakan dan kepabeanan nasional. (Khy)

Berita Terkait

Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik, Ombudsman RI Pantau Layanan Penumpang di Bandara
Erupsi Anak Krakatau Picu Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Bakauheni
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Jakarta, BNPB Kerahkan Modifikasi Cuaca hingga Malam
Perkuat Penanganan Karhutla, Jambi Dapat Tambahan Helikopter Water Bombing dari Pemerintah Pusat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pemerintah Siapkan Rekonstruksi Rumah Korban Gempa NTT, Pendataan Jadi Prioritas
Hotspot Karhutla di Kalimantan Meningkat 4 Kali Lipat dalam Sehari
Korban Gempa M 7,7 di NTT Capai 83 Orang, Ribuan Warga Masih Terdampak
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB