Dirjen Bea Cukai Tegas Bantah Isu Suap Rp550 Juta per Kontainer Impor Baju Bekas

- Redaksi

Selasa, 25 November 2025 - 20:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Porosjambimedia.com – Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budi Utama, menepis tuduhan bahwa ada oknum petugas Bea Cukai yang menerima suap hingga Rp550 juta per kontainer untuk meloloskan impor pakaian bekas ilegal. Ia menyebut informasi tersebut tidak benar dan menyesatkan.

“Itu berita yang tidak jelas dan misleading. Kalau pun ada oknum yang bermain, sudah pasti kami tindak,” ujar Djaka di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (24/11/2025).

Ia menegaskan bahwa institusinya tidak akan memberi toleransi terhadap pegawai yang terbukti menerima suap atau terlibat dalam praktik pungutan ilegal.

“Kalau memang benar ada pegawai Bea Cukai yang ikut-ikutan seperti itu, langsung kita selesaikan. Pasti diberhentikan,” tegasnya.

Baca Juga :  Aksi Buruh Warnai Balai Kota, Gubernur Tegaskan UMP DKI 2026 Telah Final

Isu pungli tersebut sebelumnya mencuat dalam rapat dengar pendapat antara pedagang thrifting dan Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI pada Rabu (19/11/2025).

Dalam forum itu, perwakilan pedagang Pasar Senen, Rifai Silalahi, mengungkapkan adanya dugaan bahwa pakaian bekas impor bisa masuk ke Indonesia melalui jalur pelabuhan dengan membayar biaya ilegal bernilai ratusan juta rupiah per kontainer.

“Kurang lebih Rp550 juta per kontainer kalau lewat pelabuhan. Itu bukan rahasia umum lagi. Barang bisa masuk karena ada yang memfasilitasi,” ungkap Rifai dalam rapat tersebut.

Baca Juga :  Bukan Lagi Khayalan, Robot LG CLOiD Mampu Mengurus Rumah dari Dapur hingga Lemari

Para pedagang mengaku merasa menjadi korban karena impor ilegal yang melibatkan pihak tertentu justru menyulitkan mereka yang hanya ingin mempertahankan usaha.

Djaka memastikan bahwa pihaknya akan terus menindak tegas segala bentuk penyimpangan, termasuk dugaan suap dalam proses impor, serta mengajak masyarakat melaporkan bila menemukan indikasi pelanggaran. (Hst)

Sumber Berita : CNBC INDONESIA

Berita Terkait

Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik, Ombudsman RI Pantau Layanan Penumpang di Bandara
Erupsi Anak Krakatau Picu Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Bakauheni
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Jakarta, BNPB Kerahkan Modifikasi Cuaca hingga Malam
Perkuat Penanganan Karhutla, Jambi Dapat Tambahan Helikopter Water Bombing dari Pemerintah Pusat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pemerintah Siapkan Rekonstruksi Rumah Korban Gempa NTT, Pendataan Jadi Prioritas
Hotspot Karhutla di Kalimantan Meningkat 4 Kali Lipat dalam Sehari
Korban Gempa M 7,7 di NTT Capai 83 Orang, Ribuan Warga Masih Terdampak
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB