Sultan HB X soal Keracunan MBG di SMA Teladan: Saya Kan Sudah Bilang…

- Redaksi

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 12:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

YOGYAKARTA, Porosjambimedia.comGubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X angkat bicara soal insiden keracunan ratusan siswa di SMA Negeri 1 Jogja atau SMA Teladan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Sultan pun menyinggung statemen yang pernah ia sampaikan sebelumnya.

Sultan lagi-lagi menyinggung soal margin waktu memasak dan waktu makanan itu disantap siswa. Jarak waktu yang lama menurutnya bisa membuat makanan tak lagi segar dan rawan menimbulkan keracunan.

Dalam kasus keracunan di SMA Teladan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wirobrajan yang menaungi sekolah itu, juga menaungi 8 sekolah lainnya. Di dalamnya, terdapat 3.444 siswa dari 9 sekolah itu.

“Saya kan sudah mengatakan, ya gimana, kalau mau bikin 3 ribu porsi ya tidak bisa to. Nek biasane ming (kalau biasanya cuma bikin) 50 (porsi) terus (bikin) 3 ribu, dengan dapur tradisional itu suruh masak 3 ribu itu jam piro le arep tangi (jam berapa harus bangun),” ujar Sultan di Kompleks Kepatihan, Kota Jogja, Jumat (17/10/2025).

“Mestinya kalau ayam, daging sapi kalau dimasak besok ya paling lambat sore ini beli. Tapi kalau didiamkan saja dengan porsi 3 ribu, emang punya freezer, punya gudang? Ya Kalau ndak dikasihkan freezer kan ya sudah biru. Ha digoreng, hayo mambu (tidak segar lagi). Hal hal seperti itu kalau tidak dipahami mereka yang berada di dapur. Ha mbok sampai kapan pun yang keracunan masih ada,” sambungnya.

Baca Juga :  Usai berkata Kasar utusan khusus Presiden Miftah temui Sunhaji Penjual Es Viral

Untuk itu, kata Sultan, perlu dilakukan evaluasi. Tak hanya mencari tahu penyebab keracunan di SMA Teladan, namun diperlukan evaluasi menyeluru

Sultan berpendapat, SPPG memiliki beban jika harus menyediakan 3 ribuan porsi per SPPG. Meski sudah dilakukan pengawasan hingga kewajiban memiliki sertifikat higienis, menurutnya, jika beban SPPG masih seberat ini sulit untuk memastikan bahan makanan selalu fresh.

“Lho iya (perlu evaluasi), sekarang masalahnya, misal maunya itu harus diawasi, terus punya sertifikat. Tapi kalau dapurnya itu ming nganggo (cuma pakai) areng atau pakai LPG tapi (dibebani) 2 atau 3 ribu porsi ndak akan bisa. Rumah makan wae rak ono sing (tidak ada yang) buka nganti (sampai) 3 ribu porsi terus, ndak akan mampu,” ujarnya.

Sultan menyarankan, pemasak dibagi beberapa kelompok untuk bertanggungjawab memasak sekian porsi. Artinya, satu SPPG tidak dibebani hingga 3 ribuan porsi per harinya dengan pemasak yang sedikit.

“Sekarang misalnya satu orang masak, kon (disuruh) masak 3 ribu (porsi) juga ora (tidak) mungkin. Berarti satu grup dihitung tukang masuk lima, dibantu orang berapa misalnya pembantunya tiga. Itu satu kelompok delapan orang, udah (dibebani) 50 porsi,” terangnya.

Baca Juga :  Serunya Menjelajah Gumuk Pasir Yogyakarta, Petualangan Alam yang Penuh Sensasi

“Lha nek (kalau) 3 ribu ya dibagi berapa porsi gitu aja. Itu lebih logis daripada satu unit suruh 3 ribu, tidak akan bisa. Yang 50 (porsi) aja mungkin bangunnya sudah 4.30 pagi. Ha nek 3 ribu kan malam (masaknya) suruh makan jam 10 (pagi) lha ya keracunan no,” pungkas Sultan.

Diberitakan sebelumnya, 426 siswa SMA Negeri 1 Jogja atau SMA Teladan mengeluh sakit perut hingga diare setelah menyantap menu makan bergizi gratis (MBG) Rabu (15/10). Gejala keracunan itu mulai dirasakan para siswa pada Kamis (16/10) dini hari.

Kepala SMA Teladan Jogja, Ngadiya menjelaskan pihak sekolah baru mendapat laporan dari para siswanya tadi pagi. Jumlah siswa yang terdata mengalami gejala sekitar 43% dari total 972 jumlah keseluruhan siswa.

“Ada yang diare sampai dua kali, tiga kali, tapi juga ada yang hanya sakit perut saja,” papar Ngadiya saat ditemui di SMA 1 Jogja, Kamis (16/10). (Hst)

Editor : Hesty

Sumber Berita : detik.Com

Berita Terkait

Serunya Menjelajah Gumuk Pasir Yogyakarta, Petualangan Alam yang Penuh Sensasi
Duka Mendalam Menyelimuti Surakarta, Sinuhun Pakubuwono XIII Mangkat di Usia Senja
Usai berkata Kasar utusan khusus Presiden Miftah temui Sunhaji Penjual Es Viral
Berita ini 69 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB