KERINCI, Porosjambimedia.com — Seusai melantik jajaran pengurus baru Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kerinci masa bakti 2025–2030, Ketua PMI Provinsi Jambi, Drs. H. Hasan Basri Agus, M.M. (HBA), langsung melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman mantan Bupati Kerinci, H. Murasman, pada Kamis sore (16/10/2025).
Dalam kunjungan tersebut, HBA tidak datang sendirian. Ia didampingi Wakil Bupati Kerinci, sejumlah anggota DPRD dan pimpinan dewan, serta tokoh masyarakat Kerinci. Kunjungan itu berlangsung beberapa jam setelah prosesi pelantikan di Aula Kantor Bupati Kerinci lantai III, dan menjadi perhatian publik karena memperlihatkan kedekatan lintas generasi antara tokoh provinsi dan daerah.
Langkah cepat HBA menyambangi tokoh senior Kerinci dinilai sebagai bentuk penghormatan sekaligus penguatan sinergi antara PMI dengan para tokoh pembangunan daerah.
Pertemuan yang berlangsung hangat itu membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari penguatan kapasitas relawan PMI hingga tingkat desa, peningkatan sinergi pemerintah dan legislatif dalam mendukung operasional kemanusiaan, hingga rencana ekspansi kegiatan sosial yang lebih inklusif.
“Pak Murasman bukan hanya tokoh penting bagi masyarakat Kerinci, tetapi juga sosok teladan dalam membangun daerah. Kini beliau juga melihat cita-cita besarnya terwujud—anak beliau dipercaya rakyat menjadi bupati. Ini bentuk estafet kepemimpinan yang patut disyukuri,” ujar Hasan Basri Agus.
Kehadiran mantan Sekda Provinsi Jambi, pimpinan DPRD, dan perwakilan pemerintah daerah dalam kunjungan tersebut juga memperkuat komitmen bahwa PMI Kerinci tidak hanya bergerak sebagai lembaga sosial, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat solidaritas kemanusiaan.
PMI Kerinci di bawah kepemimpinan baru diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam penanganan kebencanaan, donor darah, serta kegiatan sosial yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Dengan dukungan tokoh-tokoh senior dan sinergi lintas lembaga, organisasi kemanusiaan ini diyakini akan semakin responsif, profesional, dan berdaya guna di tengah masyarakat Kerinci.
Pertemuan antara HBA dan Murasman juga menjadi simbol penting bahwa gerakan kemanusiaan membutuhkan dukungan moral dan emosional dari seluruh elemen masyarakat, terutama dari tokoh-tokoh yang memiliki pengaruh besar terhadap arah pembangunan daerah.
“Kekuatan kemanusiaan itu tidak bisa berdiri sendiri. Butuh sinergi semua pihak — pemerintah, masyarakat, dan para tokoh,” tutup HBA dengan penuh makna
Editor : Hesty
Sumber Berita : Sekato.id















