Jakarta, Porosjambimedia.com – Air zamzam menjadi salah satu oleh-oleh paling istimewa bagi jemaah haji dan umrah. Namun, banyak yang belum mengetahui bahwa air suci ini tidak diperbolehkan dibawa ke dalam kabin maupun bagasi pesawat.
Air zamzam berasal dari sumur suci di kawasan Masjidil Haram dan diyakini memiliki nilai spiritual tinggi bagi umat Islam. Meski demikian, pemerintah Arab Saudi menerapkan aturan ketat terkait pembawaannya dalam penerbangan.
Larangan tersebut ditetapkan oleh General Authority of Civil Aviation (GACA). Dalam regulasinya, air zamzam dalam bentuk apa pun tidak diperbolehkan dibawa oleh penumpang, baik di bagasi tercatat maupun kabin pesawat.
Selain itu, maskapai seperti Garuda Indonesia juga menegaskan bahwa larangan ini diberlakukan demi menjaga keamanan penerbangan.
Alasan utama dari kebijakan tersebut adalah faktor keselamatan. Jika kemasan air zamzam bocor selama penerbangan, cairan dapat merembes ke bagian penting pesawat, termasuk sistem kelistrikan. Hal ini berpotensi menyebabkan gangguan teknis hingga risiko kecelakaan.
Tak hanya itu, cairan yang meresap juga dapat memicu korosi pada komponen pesawat, yang tentu membahayakan keselamatan penumpang dan kru.
Untuk memastikan aturan ini dipatuhi, otoritas bandara di Arab Saudi menggunakan teknologi pemindai canggih yang mampu mendeteksi cairan dalam berbagai bentuk kemasan. Upaya membawa air zamzam secara ilegal hampir tidak mungkin lolos dari pemeriksaan.
Bagi jemaah yang melanggar aturan, sanksi tegas menanti. Barang akan disita dan pelanggar dapat dikenakan denda hingga ribuan riyal Saudi.
Sebagai solusi, pemerintah Arab Saudi telah menyediakan distribusi resmi air zamzam dalam kemasan khusus yang aman dan sesuai standar penerbangan. Jemaah biasanya akan mendapatkan jatah air zamzam yang telah disiapkan melalui mekanisme resmi tersebut.
Dengan adanya aturan ini, diharapkan keselamatan penerbangan tetap terjaga tanpa mengurangi kesempatan jemaah untuk membawa pulang air zamzam secara aman dan legal. (Hst)















