Purbaya Tegur Ekonom Soal Isu Ekonomi Hancur: Jangan Sebar Ketakutan Tanpa Data

- Redaksi

Sabtu, 28 Maret 2026 - 06:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Porosjambimedia.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan para ekonom agar tidak sembarangan menyampaikan prediksi negatif yang berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat, terutama terkait kondisi ekonomi Indonesia.

Ia menegaskan bahwa kritik tetap diperbolehkan, namun harus disertai dasar analisis yang jelas dan terukur. Pernyataan yang menyebut ekonomi Indonesia akan hancur dalam waktu dekat dinilai tidak berdasar.

Menurut Purbaya, sejumlah pandangan pesimistis hanya bertumpu pada kenaikan harga minyak dunia dan pelemahan nilai tukar rupiah akibat konflik di Timur Tengah, tanpa mempertimbangkan langkah strategis pemerintah dalam meredam dampak tersebut.

Ia juga menilai asumsi bahwa harga minyak bisa menembus US$200 per barel hingga memicu resesi global merupakan spekulasi berlebihan. Jika skenario itu terjadi, dampaknya tidak hanya dirasakan Indonesia, melainkan seluruh negara di dunia.

Baca Juga :  Wamendag Tegaskan Thrifting Tetap Dilarang: Pemerintah Fokus Berantas Barang Ilegal

Lebih lanjut, Purbaya menekankan bahwa analisis ekonomi seharusnya menggunakan data historis dan perhitungan yang jelas, bukan sekadar opini tanpa dasar. Ia bahkan menyindir pihak-pihak yang menyampaikan prediksi tanpa landasan kuat.

Terkait konflik global yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, Purbaya optimistis kondisi tersebut tidak akan berujung pada resesi ekonomi global. Ia juga meyakini harga minyak dunia tidak akan melonjak setinggi yang dikhawatirkan.

Baca Juga :  Wafat ! Istri ke-7 Presiden Sukarno, Yurike Sanger.

Purbaya mencontohkan situasi di Amerika Serikat, di mana kenaikan harga energi sudah mulai menimbulkan tekanan domestik. Presiden Donald Trump disebut mulai mengambil langkah berbeda untuk menjaga stabilitas harga.

Ia menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tetap fokus menjaga kondisi ekonomi dalam negeri agar tetap stabil di tengah tekanan global yang terjadi. (Sfw)

Berita Terkait

Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik, Ombudsman RI Pantau Layanan Penumpang di Bandara
Erupsi Anak Krakatau Picu Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Bakauheni
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Jakarta, BNPB Kerahkan Modifikasi Cuaca hingga Malam
Perkuat Penanganan Karhutla, Jambi Dapat Tambahan Helikopter Water Bombing dari Pemerintah Pusat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pemerintah Siapkan Rekonstruksi Rumah Korban Gempa NTT, Pendataan Jadi Prioritas
Hotspot Karhutla di Kalimantan Meningkat 4 Kali Lipat dalam Sehari
Korban Gempa M 7,7 di NTT Capai 83 Orang, Ribuan Warga Masih Terdampak
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB