Dorong Transisi Energi Bersih, Waka MPR Tekankan Peran Strategis Nuklir bagi Ketahanan Nasional

- Redaksi

Kamis, 12 Februari 2026 - 21:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Porosjambimedia.Com – Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, menegaskan bahwa arah kebijakan energi nasional harus berlandaskan pada ketahanan energi (energy resilience) guna menjamin keberlanjutan pasokan di tengah dinamika global. Hal tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Indonesia dalam mencapai target net zero emission pada tahun 2060 atau lebih cepat.

Pernyataan tersebut disampaikan Eddy saat menghadiri forum bertajuk *Nuclear Energy Awareness for Indonesia’s Low-carbon Future* yang digelar di Kantor Pusat PLN, Rabu (11/2/2026). Ia menekankan bahwa Indonesia perlu memastikan kemampuan memenuhi kebutuhan energinya secara mandiri, sembari tetap menjaga komitmen pengurangan emisi karbon.

Menurut Eddy, Indonesia menghadapi tantangan paradoks sebagai negara yang kaya sumber daya alam namun masih rentan terhadap ketergantungan pasokan energi. Oleh karena itu, kebijakan transisi energi perlu dirancang adaptif dengan mempertimbangkan aspek ketersediaan, keterjangkauan harga, kapasitas nasional, keberlanjutan lingkungan, serta keandalan sistem.

Baca Juga :  Safwandi: Tradisi Kerinci Terancam Punah Akibat Gagal Dipahami dan Salah Diterjemahkan

Dalam konteks tersebut, ia menilai energi nuklir dapat menjadi salah satu solusi strategis. Sumber energi ini dinilai memiliki kapasitas besar dan mampu menyediakan pasokan listrik stabil untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, pemerintah menargetkan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) pada 2032 dan 2034 dengan total kapasitas awal 500 megawatt (MW). Kapasitas tersebut diproyeksikan meningkat hingga 7 gigawatt (GW) pada 2040.

Meski demikian, Eddy mengingatkan bahwa pengembangan nuklir membutuhkan perencanaan komprehensif dan regulasi ketat, khususnya terkait aspek keselamatan dan keamanan. Tantangan yang dihadapi mencakup kebutuhan investasi besar, potensi pembengkakan biaya proyek, kesiapan teknologi berstandar tinggi, serta pengelolaan limbah radioaktif.

Ia juga menyoroti faktor geopolitik global yang turut memengaruhi arah kebijakan energi nasional, termasuk dinamika perdagangan internasional. Dalam situasi persaingan antarnegara yang semakin intens, Indonesia perlu cermat menentukan mitra strategis dan teknologi yang akan digunakan dalam pembangunan PLTN.

Baca Juga :  Mempertanyakan Peran PBB Atas Pelanggaran HAM Khususnya Hak Anak Dalam Konflik Yang Terjadi Antara Palestina-Israel

Di tengah pertumbuhan kebutuhan listrik yang melampaui pertumbuhan energi primer, Indonesia juga dihadapkan pada kompetisi global dalam perebutan teknologi, pembiayaan, sumber daya manusia, serta rantai pasok energi bersih.

Eddy mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memulai diskusi dan perencanaan matang terkait pembangunan kapasitas energi nuklir nasional. Ia optimistis, dengan strategi yang tepat, Indonesia dapat memperkuat ketahanan energi sekaligus ketahanan iklim demi mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berkualitas. (Khy)

Berita Terkait

Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik, Ombudsman RI Pantau Layanan Penumpang di Bandara
Erupsi Anak Krakatau Picu Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Bakauheni
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Jakarta, BNPB Kerahkan Modifikasi Cuaca hingga Malam
Perkuat Penanganan Karhutla, Jambi Dapat Tambahan Helikopter Water Bombing dari Pemerintah Pusat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pemerintah Siapkan Rekonstruksi Rumah Korban Gempa NTT, Pendataan Jadi Prioritas
Hotspot Karhutla di Kalimantan Meningkat 4 Kali Lipat dalam Sehari
Korban Gempa M 7,7 di NTT Capai 83 Orang, Ribuan Warga Masih Terdampak
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB