Jakarta, Porosjambimedia.com – Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno tampil sebagai pembicara utama dalam forum internasional Geothermal Energy Dialogue yang berlangsung di Abu Dhabi. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Abu Dhabi Sustainability Week, ajang tahunan yang mempertemukan pemangku kepentingan energi dari berbagai negara.
Dalam forum tersebut, Eddy hadir bersama sejumlah tokoh global, di antaranya Deputi Badan Energi Terbarukan Internasional (IRENA) Francesco La Camera, Managing Director Morgan Stanley Vikas Bharathwaaj, serta Wakil Menteri Kebijakan Iklim dan Pertumbuhan Berkelanjutan Belanda Frederik Wisselink. Pertemuan ini membahas arah masa depan energi bersih dan peluang investasi lintas negara.
Eddy menegaskan bahwa Indonesia memiliki cadangan panas bumi yang sangat besar, mencapai sekitar 24 gigawatt. Namun, pemanfaatannya saat ini baru sekitar 10 persen sehingga masih terbuka ruang luas bagi pengembangan.
“Potensi ini merupakan peluang strategis bagi investor dunia untuk terlibat langsung dalam percepatan transisi energi di Indonesia. Geothermal dapat menjadi fondasi utama energi bersih nasional,” ujarnya.
Menurut Eddy, karakter geothermal berbeda dengan energi terbarukan lain seperti surya dan angin karena mampu beroperasi tanpa terpengaruh cuaca. Sifatnya yang stabil membuatnya ideal sebagai sumber listrik base load guna menjaga keandalan jaringan.
Ia juga memaparkan langkah pemerintah membangun jaringan transmisi listrik berskala besar atau super grid. Infrastruktur tersebut dirancang untuk menghubungkan pusat-pusat energi terbarukan dengan wilayah konsumsi tinggi, khususnya di Pulau Jawa.
Dari sisi kebijakan, Eddy menyebut pemerintah telah menyiapkan berbagai regulasi pendukung guna memberi kepastian bagi investor. Aturan mengenai percepatan energi terbarukan dan mekanisme nilai ekonomi karbon dinilai mampu meningkatkan daya tarik proyek geothermal.
“Selain pendapatan dari penjualan listrik, pengembang geothermal kini bisa memanfaatkan pasar karbon sebagai sumber pendapatan tambahan. Skema ini membuat proyek menjadi lebih layak secara finansial,” jelasnya.
Eddy menambahkan, pemerintah bersama DPR terus mempercepat penyempurnaan regulasi agar iklim investasi semakin kondusif. Ia optimistis kolaborasi internasional akan mempercepat pemanfaatan potensi energi bersih di Tanah Air.
“Dengan dukungan kebijakan yang konsisten dan kerja sama global, geothermal dapat menjadi tulang punggung ketahanan energi sekaligus motor ekonomi hijau Indonesia di masa depan,” tutup Eddy. (Dta)















