New START Berakhir, Ancaman Perlombaan Senjata Nuklir AS–Rusia Kembali Menguat

- Redaksi

Jumat, 6 Februari 2026 - 09:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Porosjambimedia.com — Perjanjian pengendalian senjata nuklir antara Amerika Serikat dan Rusia, New START (Strategic Arms Reduction Treaty), resmi berakhir pada Kamis (5/2). Berakhirnya kesepakatan ini memunculkan kekhawatiran akan dimulainya kembali perlombaan senjata nuklir antara dua kekuatan besar dunia.

New START sebelumnya membatasi jumlah hulu ledak nuklir yang dapat dikerahkan masing-masing negara hingga maksimal 1.550 unit. Selain itu, perjanjian ini juga mengatur penggunaan maksimal 700 peluncur senjata nuklir, baik berbasis darat, laut, maupun udara.

Kesepakatan tersebut ditandatangani pada 2010 oleh Presiden Amerika Serikat saat itu, Barack Obama, dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, sebagai upaya menekan eskalasi senjata strategis pasca-Perang Dingin.

Namun, hingga masa berlakunya habis, Presiden AS Donald Trump tidak menunjukkan sinyal kuat untuk memperpanjang perjanjian tersebut. Trump bahkan sempat menyatakan tidak keberatan jika New START dibiarkan berakhir.

“Jika berakhir, ya berakhir saja,” ujar Trump pada Januari lalu.

Baca Juga :  Arab Saudi Tindak Tegas Korupsi, 116 Pejabat Negara Diamankan 

Meski demikian, Trump disebut ingin mendorong kesepakatan baru yang juga melibatkan China. Sikap serupa disampaikan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, yang menilai pengendalian senjata nuklir di abad ke-21 tak mungkin dilakukan tanpa melibatkan Beijing.

“Mustahil mencapai pengendalian senjata yang nyata tanpa China, mengingat persediaan senjata nuklir mereka yang terus berkembang pesat,” kata Rubio dalam konferensi pers, Rabu (4/2).

Desakan agar New START diperpanjang juga datang dari komunitas internasional, termasuk Paus Leo XIV. Rusia sebelumnya sempat menyatakan kesediaannya tetap mematuhi perjanjian tersebut jika Amerika Serikat melakukan hal yang sama. Namun, hingga pertengahan Januari, tidak ada perkembangan lebih lanjut

Para pakar memperingatkan bahwa ketiadaan perjanjian baru berpotensi memicu perlombaan senjata nuklir yang lebih cepat dan tidak terkendali, bahkan lebih berbahaya dibanding era Perang Dingin.

Akademisi asal Australia, Tilman Ruff, menilai berakhirnya New START dapat mempercepat eskalasi persenjataan nuklir global. Sementara itu, Direktur Eksekutif Arms Control Association, Daryl Kimball, menyebut situasi ini membuka peluang penumpukan senjata nuklir tanpa batas.

Baca Juga :  Ranking FIFA Teranyar: Timnas Indonesia Makin Tertinggal dari Rival ASEAN

“Untuk pertama kalinya dalam 35 tahun, AS dan Rusia bisa kembali meningkatkan jumlah hulu ledak pada rudal jarak jauh dan pesawat pembom,” ujar Kimball.

Ia juga menekankan bahwa kondisi saat ini jauh lebih kompleks karena melibatkan China sebagai kekuatan nuklir baru.

“Berakhirnya New START bisa menjadi awal perlombaan senjata nuklir tiga arah yang baru dan sangat berbahaya,” kata Kimball. (Dta)

Berita Terkait

QRIS Terus Mendunia, BI Siapkan Ekspansi Pembayaran Digital ke Hong Kong, India hingga Arab Saudi
10 Hari Tertimbun Lumpur, Perempuan 64 Tahun di Nepal Ditemukan Selamat oleh Tim Penyelamat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pesawat Sipil Jatuh di Fasilitas Radar AS di Alaska, Delapan Penumpang Dipastikan Meninggal
S&P Proyeksikan Rupiah Menguat ke Rp17.700 per Dolar AS pada 2026
Laporan ITE 4 Bulan Mengendap, Pelapor Akhirnya Dihubungi penyidik Polres Sarolangun
Patung Raksasa Lionel Messi di India Akan Dipindahkan Setelah Bergoyang Diterpa Angin
HIPMI Jambi Dukung Ekspor Kopi Kerinci ke Mesir, Melalui pelabuhan Talang duku, Generasi Muda Diajak Tembus Pasar Global
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB