Pemerintah Turunkan Satgas Pangan Selidiki Lonjakan Harga Daging Sapi yang Picu Aksi Pedagang

- Redaksi

Jumat, 23 Januari 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Porosjambimedia.com– Pemerintah bergerak cepat menyikapi melonjaknya harga daging sapi yang sempat memicu aksi mogok jualan oleh pedagang. Menteri Pertanian yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, menginstruksikan Satgas Pangan untuk mengusut penyebab utama mahalnya harga daging sapi di pasaran.

Menurut Amran, para pedagang mengeluhkan tingginya harga sapi hidup dari perusahaan penggemukan ternak atau feedloter. Namun, hasil penelusuran sementara menunjukkan bahwa harga jual sapi hidup dari feedloter masih berada di bawah Harga Pokok Penjualan (HPP).

Untuk memastikan tidak ada pihak yang mengambil keuntungan berlebihan, Satgas Pangan diminta menyisir seluruh rantai distribusi, mulai dari importir sapi bakalan, perusahaan penggemukan, hingga distributor. Pemerintah tidak ingin persoalan harga daging sapi berujung pada kelangkaan seperti yang pernah terjadi pada komoditas minyak goreng.

Baca Juga :  Awal Dugaan Pemerasan Codeblu hingga Muncul Isu Serangan Buzzer

“Harga di tingkat feedloter masih di bawah HPP. Kalau ada permainan harga, pasti akan kami temukan. Satgas sudah kami minta turun langsung ke lapangan mulai hari ini,” kata Amran dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Kamis (22/1/2026).

Saat ini, pemerintah telah menetapkan kuota impor sapi bakalan sebanyak 700 ribu ekor per tahun yang dialokasikan kepada sekitar 80 perusahaan penggemukan ternak. Amran juga menegaskan tidak ada praktik pungutan liar dalam proses perizinan impor di lingkungan Kementerian Pertanian.

Baca Juga :  Pasangan Suami Istri di Jambi Terlibat Pencucian Uang Jaringan Narkoba Malaysia, Rp1,4 Miliar Disita Aparat

Ia menegaskan akan memberikan sanksi tegas berupa pencabutan izin usaha terhadap importir maupun distributor apabila terbukti menjadi penyebab melonjaknya harga daging sapi. Menurutnya, praktik semacam itu merugikan masyarakat luas dan tidak bisa ditoleransi. (Khy)

Berita Terkait

Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik, Ombudsman RI Pantau Layanan Penumpang di Bandara
Erupsi Anak Krakatau Picu Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Bakauheni
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Jakarta, BNPB Kerahkan Modifikasi Cuaca hingga Malam
Perkuat Penanganan Karhutla, Jambi Dapat Tambahan Helikopter Water Bombing dari Pemerintah Pusat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pemerintah Siapkan Rekonstruksi Rumah Korban Gempa NTT, Pendataan Jadi Prioritas
Hotspot Karhutla di Kalimantan Meningkat 4 Kali Lipat dalam Sehari
Korban Gempa M 7,7 di NTT Capai 83 Orang, Ribuan Warga Masih Terdampak
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB