Jakarta, Porosjambimedia.com – Keluhan nyeri di area leher kerap dianggap sebagai masalah otot biasa akibat salah posisi tidur atau kelelahan. Namun, dalam kondisi tertentu, nyeri leher bisa menjadi tanda gangguan serius pada jantung yang perlu segera mendapat perhatian medis.
Salah satu kondisi yang dapat memicu nyeri leher adalah spontaneous coronary artery dissection (SCAD), yaitu robekan pada lapisan dinding arteri koroner. Robekan ini menyebabkan darah masuk ke sela dinding pembuluh darah dan membentuk bekuan, sehingga aliran darah menuju jantung dapat terhambat.
Jika sumbatan membesar, SCAD berisiko memicu serangan jantung secara tiba-tiba. Hingga kini, penyebab pasti kondisi ini masih belum diketahui secara jelas oleh para ahli medis.
*Sering Terjadi Tanpa Faktor Risiko*
Berbeda dengan penyakit jantung pada umumnya, SCAD dapat terjadi pada individu yang sebelumnya tidak memiliki faktor risiko, seperti kolesterol tinggi atau riwayat penyakit jantung. Kondisi ini paling sering ditemukan pada perempuan usia 45 hingga 53 tahun, meskipun bisa dialami siapa saja.
British Heart Foundation (BHF) menyebutkan bahwa SCAD sulit diprediksi maupun dicegah. Oleh karena itu, kesadaran terhadap gejala awal menjadi sangat penting.
“Kondisi ini tidak dapat diperkirakan sebelumnya. Pemeriksaan medis segera sangat diperlukan bila muncul gejala yang mencurigakan agar diagnosis bisa dilakukan sedini mungkin,” ujar BHF.
*Ciri Nyeri Leher yang Perlu Diwaspadai*
Nyeri leher akibat SCAD biasanya tidak terasa seperti pegal biasa, melainkan disertai rasa sesak atau tertekan. Rasa nyeri juga dapat menjalar ke area tubuh lain seperti rahang, lengan, punggung, hingga perut.
Selain nyeri leher, beberapa gejala lain yang dapat menyertai SCAD antara lain:
- Nyeri atau tekanan di dada
- Sesak napas atau mudah lelah
- Pusing atau sensasi melayang
- Mual
- Keringat dingin dan tubuh terasa lembap
Karena sifatnya yang muncul secara mendadak, banyak kasus SCAD baru terdiagnosis setelah terjadi kondisi medis serius, seperti serangan jantung.
*Pentingnya Pemeriksaan Dini*
Masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan gejala yang tidak biasa, terutama jika nyeri leher disertai keluhan lain yang mengarah ke gangguan jantung. Pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan penyebab gejala dan menentukan penanganan yang tepat.
Deteksi dini dapat membantu mencegah komplikasi yang lebih berat dan meningkatkan peluang pemulihan pasien. (Dta)















