Kondisi Terbaru 803 Korban Dugaan Keracunan MBG di Grobogan

- Redaksi

Rabu, 14 Januari 2026 - 01:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semarang, Porosjambimedia.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan menyampaikan perkembangan terbaru terkait ratusan siswa yang diduga mengalami keracunan dari menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Secara umum, kondisi para korban dilaporkan terus membaik.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, Djatmiko, mengatakan keluhan utama seperti mual dan diare pada sebagian besar pasien sudah berkurang.

“Mual sudah menurun, perut masih terasa mules, dan frekuensi buang air besar juga berkurang,” ujar Djatmiko melalui pesan singkat, Selasa (13/1/2026).

Djatmiko menjelaskan, sampel makanan MBG yang dikonsumsi para siswa saat ini masih dalam proses pemeriksaan laboratorium. Menu yang diduga menjadi sumber keracunan tersebut terdiri dari nasi kuning, telur dadar, tempe orek, dan abon.

“Hasil pemeriksaan laboratorium diperkirakan keluar dalam 7 sampai 10 hari. Pemeriksaan dilakukan di Laboratorium Kesehatan Provinsi,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, menyebut Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Kesehatan tengah melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut.

Baca Juga :  Rahasia Kulit Cerah Alami dari Dapur, Tepung Beras Jadi Andalan Perawatan Tradisional

“Kami dari Dinas Kesehatan sedang melakukan asesmen terkait penyebab keracunan di Grobogan,” kata Sumarno saat ditemui di Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Selasa (13/1).

Sumarno menambahkan, meskipun sebagian korban sempat menjalani perawatan medis, kondisi mereka relatif stabil.

“Beberapa memang membutuhkan penanganan medis, tetapi mudah-mudahan tidak ada dampak serius,” ujarnya.

Berdasarkan pengalaman kasus serupa sebelumnya, Sumarno menduga keracunan makanan kerap disebabkan oleh faktor pengolahan dan penyajian yang kurang tepat.

“Biasanya berkaitan dengan makanan yang basi, waktu penyajian yang terlalu lama, atau masalah kebersihan bahan dan proses pengolahan,” tuturnya.

Terkait kemungkinan sanksi terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai penyedia MBG, Sumarno menegaskan hal tersebut merupakan kewenangan Badan Gizi Nasional (BGN).

“Soal sanksi ada di ranah BGN. Saat ini pihak BGN juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk membahas kasus ini,” katanya.

Baca Juga :  DPR Dorong Pengawasan Digital Program MBG, Kanal Aduan Publik Dinilai Mendesak

*Sebanyak 803 Orang Terdampak*

Dinas Kesehatan Grobogan mencatat total 803 orang terdampak dalam kasus dugaan keracunan MBG di Kecamatan Gubug sejak pertama kali dilaporkan.

“Total terdampak ada 803 orang,” kata Djatmiko saat dikonfirmasi, Selasa (13/1).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 688 orang telah dinyatakan sembuh dan tidak lagi mengalami keluhan kesehatan.

“Sisanya sempat menjalani perawatan di puskesmas, pondok, maupun rumah sakit,” jelasnya.

Djatmiko merinci, sebanyak 115 orang sempat dirawat inap. Hingga hari ini, 61 orang sudah diperbolehkan pulang, sementara 54 orang masih menjalani perawatan lanjutan.

“Kondisinya stabil dan terus dipantau,” pungkasnya. (Ai)

Berita Terkait

Kemenag Kerinci Matangkan Persiapan Pelaksanaan OMI Tingkat Kabupaten Tahun 2026
Kenali BPA pada Wadah Air Minum, Ini Langkah Bijak untuk Menjaga Keamanan Keluarga
4 Tips Cegah Kolesterol Naik Saat Idul Adha, Tetap Bisa Nik
Rutin Jalan Kaki 5.000 Langkah Setiap Pagi, Ini 2 Manfaat Besarnya untuk Kesehatan
5 Manfaat Sarapan 2 Telur Rebus Setiap Hari, dari Energi hingga Kesehatan Otak
Tumit Kasar dan Pecah-pecah? Ini 3 Cara Praktis Rekomendasi Doris Day
Manfaat dan Kandungan Gizi Ubi Rebus, Benarkah Cocok untuk Diet?
Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis di Sungai Penuh, Pendaftaran Dibuka Hingga Juni 2026
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB