Jakarta, PorosJambiMedia.com — Telur dikenal sebagai salah satu makanan paling bergizi dan praktis di dunia. Kandungan protein tinggi, vitamin D, kolin, serta asam lemak omega-3 menjadikannya pilihan ideal untuk menjaga stamina dan kesehatan tubuh.Namun, tidak semua makanan cocok dikonsumsi bersamaan dengan telur.
Beberapa kombinasi justru bisa menghambat penyerapan nutrisi, memperlambat pencernaan, hingga menimbulkan gangguan metabolisme.
Agar manfaat telur tetap optimal, berikut adalah lima jenis makanan yang sebaiknya tidak dimakan bersamaan dengan telur, menurut berbagai ahli gizi dan sumber kesehatan seperti Times of India dan Healthline.
1. Susu Kedelai
Meskipun dikenal sebagai sumber protein nabati yang sehat, susu kedelai sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan dengan telur. Keduanya sama-sama tinggi protein dan bisa menyebabkan persaingan dalam penyerapan asam amino di usus. Hasilnya, tubuh justru tidak menyerap protein secara maksimal. Lebih baik konsumsi telur dan susu kedelai dalam waktu berbeda — misalnya telur untuk sarapan, dan susu kedelai di sore hari.
2. Teh atau Minuman Berkafein
Menikmati teh hangat setelah makan telur mungkin terasa menyegarkan, tapi ternyata bisa menghambat penyerapan zat besi dan protein dari telur. Kandungan tanin dan polifenol dalam teh dapat berikatan dengan protein dan mengurangi nilai gizinya hingga 15–20%.
Selain itu, kombinasi ini dapat menimbulkan efek samping seperti perut kembung, asam lambung, atau sembelit ringan. Jika ingin minum teh, beri jeda sekitar 30–60 menit setelah makan telur.
3. Gula dan Makanan Manis
Kombinasi telur dan gula sering ditemukan pada makanan penutup atau minuman kekinian. Namun, ternyata reaksi kimia antara gula dan asam amino dari telur dapat membentuk senyawa berbahaya bagi metabolisme tubuh.
Konsumsi berlebihan juga bisa meningkatkan kadar gula darah dan memperparah resistensi insulin, terutama bagi penderita diabetes. Untuk hasil lebih sehat, padukan telur dengan sayuran, roti gandum, atau alpukat.
4. Pisang
Baik telur maupun pisang adalah sumber energi yang padat gizi. Namun, memakannya bersamaan dapat membuat sistem pencernaan bekerja ekstra keras.
Keduanya termasuk makanan “berat” yang membutuhkan waktu cerna lebih lama, sehingga bisa menyebabkan rasa penuh, begah, atau kembung.
Solusinya, konsumsi pisang sebagai camilan terpisah, bukan bersamaan dengan telur di satu waktu makan.
5. Daging
Telur dan daging sama-sama tinggi protein dan lemak. Jika dikonsumsi bersamaan, kombinasi ini dapat memperlambat metabolisme dan membuat tubuh terasa lesu. Selain itu, beban kerja lambung meningkat sehingga pencernaan jadi lebih lambat.
Disarankan untuk mengonsumsi telur dengan sayuran, biji-bijian, atau karbohidrat kompleks, bukan dengan daging merah atau olahan seperti sosis dan bacon.
Intinya, Telur tetap menjadi superfood yang luar biasa bermanfaat — asalkan dikonsumsi dengan cara yang tepat.
Hindari mencampurnya dengan makanan yang bisa mengganggu penyerapan protein atau memperlambat pencernaan, dan pilih kombinasi yang lebih seimbang.
Dengan memperhatikan cara makan ini, Anda bisa mendapatkan manfaat penuh dari setiap butir telur yang Anda konsumsi. (Hst)
Editor : Hesty
Sumber Berita : CNBC INDONESIA















