Jakarta, Porosjambimedia.com– Aktris Aurelie Moeremans secara terbuka membagikan pengalaman pahit dalam hidupnya melalui sebuah memoar berjudul *Broken Strings*. Buku tersebut memuat kisah pribadi Aurelie yang menjadi korban child grooming saat masih berusia belasan tahun.
Aurelie mengungkapkan bahwa proses penulisan buku itu berawal dari kebutuhannya untuk memulihkan diri. Ia menuliskan pengalamannya layaknya buku harian tanpa niat untuk mempublikasikannya. Menurut Aurelie, menulis menjadi salah satu cara paling jujur untuk menghadapi trauma yang ia simpan selama bertahun-tahun.
Keputusan untuk membagikan kisah tersebut ke publik muncul setelah mendapat dorongan dari sang suami. Aurelie diyakinkan bahwa pengalamannya memiliki nilai penting dan bisa menjadi penguat bagi banyak orang yang pernah mengalami hal serupa.
Meski demikian, langkah tersebut tidak diambil dengan mudah. Aurelie mengaku sempat diliputi ketakutan karena pengalaman masa lalu ketika mencoba berbagi cerita namun menerima respons yang menyakitkan. Oleh karena itu, ia sempat memilih merilis bukunya hanya dalam versi bahasa Inggris agar pembacanya lebih terbatas.
Seiring waktu, respons positif dari pembaca membuat perasaan takut itu perlahan berubah. Aurelie merasa bersyukur karena kisahnya ternyata mampu membantu banyak perempuan muda dan orang tua untuk lebih waspada serta berani bersuara.
Kini, *Broken Strings* tersedia secara gratis dan dapat diakses publik dalam dua bahasa. Aurelie Moeremans berharap ceritanya bisa menjadi pengingat bahwa penyintas tidak sendirian dan penyembuhan selalu mungkin untuk dijalani. (Tin)















