Empat Penambang Tewas di Afghanistan Utara, Diduga Hirup Asap Mesin Tambang

- Redaksi

Minggu, 11 Januari 2026 - 16:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabul, Porosjambimedia.com – Tragedi kembali terjadi di sektor pertambangan Afghanistan. Empat orang penambang dilaporkan meninggal dunia saat bekerja di sebuah tambang batu permata di wilayah utara negara tersebut. Korban diduga tewas akibat menghirup asap beracun yang berasal dari mesin penghancur batu di dalam terowongan bawah tanah.

Peristiwa maut ini terjadi di Distrik Khash, Provinsi Badakhshan, pada Jumat (9/1) waktu setempat. Juru bicara kepolisian Badakhshan, Ehsanullah Kamgar, menjelaskan bahwa para korban sedang melakukan aktivitas penambangan ketika udara di dalam tambang dipenuhi asap mesin.

“Keempat pekerja meninggal dunia akibat sesak napas setelah terpapar asap yang dihasilkan oleh mesin penghancur batu,” ujar Kamgar, dikutip dari AFP, Minggu (11/1/2026).

Baca Juga :  Self Love Bukan Sekadar Me Time, Ini Cara Sederhana Mencintai dan Merawat Diri

Hingga kini, otoritas setempat belum memberikan keterangan resmi terkait status tambang tersebut, apakah beroperasi secara legal atau termasuk tambang ilegal. Permintaan konfirmasi dari AFP juga belum mendapat tanggapan.

Afghanistan dikenal memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, mulai dari marmer, emas, batu mulia, mineral, hingga batu bara. Bahkan, cadangan tembaga dan litium yang terkubur di wilayah pegunungan negara itu diperkirakan bernilai hingga satu triliun dolar AS, berdasarkan penilaian Amerika Serikat dan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 2010 dan 2013.

Baca Juga :  Kapten Kapal Kabur, Perjalanan Wanda Hamidah ke Gaza Kembali Tertunda

Namun, sektor pertambangan di Afghanistan kerap diwarnai kecelakaan fatal. Banyak penambang bekerja tanpa perlengkapan keselamatan yang memadai dan minim pengawasan teknis. Pada Juli 2025 lalu, runtuhnya tambang batu bara di Provinsi Baghlan menewaskan enam orang dan melukai sedikitnya 18 penambang lainnya. (Dta)

Berita Terkait

QRIS Terus Mendunia, BI Siapkan Ekspansi Pembayaran Digital ke Hong Kong, India hingga Arab Saudi
10 Hari Tertimbun Lumpur, Perempuan 64 Tahun di Nepal Ditemukan Selamat oleh Tim Penyelamat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pesawat Sipil Jatuh di Fasilitas Radar AS di Alaska, Delapan Penumpang Dipastikan Meninggal
S&P Proyeksikan Rupiah Menguat ke Rp17.700 per Dolar AS pada 2026
Laporan ITE 4 Bulan Mengendap, Pelapor Akhirnya Dihubungi penyidik Polres Sarolangun
Patung Raksasa Lionel Messi di India Akan Dipindahkan Setelah Bergoyang Diterpa Angin
HIPMI Jambi Dukung Ekspor Kopi Kerinci ke Mesir, Melalui pelabuhan Talang duku, Generasi Muda Diajak Tembus Pasar Global
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB