Tambang Batu Bara Ilegal Meledak di India, 18 Penambang Tewas

- Redaksi

Jumat, 6 Februari 2026 - 23:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Porosjmabimedia.com – Sebuah tambang batu bara ilegal di negara bagian Meghalaya, India timur laut, dilaporkan mengalami ledakan hebat yang menewaskan sedikitnya 18 orang. Insiden tragis tersebut juga menyebabkan sejumlah penambang lainnya mengalami luka-luka.

Polisi setempat menyatakan bahwa hingga akhir operasi penyelamatan, 18 jenazah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian. Informasi itu disampaikan dalam pernyataan resmi kepolisian yang dikutip dari AFP, Jumat (6/2/2026).

Pejabat distrik East Jaintia Hills, Manish Kumar, mengungkapkan delapan orang lainnya mengalami luka akibat ledakan tersebut. Tim penyelamat sempat melakukan penggalian puing-puing untuk memastikan tidak ada korban lain yang terjebak, namun proses pencarian terpaksa dihentikan sementara karena kondisi gelap.

Menurut Kumar, tambang yang meledak merupakan tambang ilegal jenis “lubang tikus”, yakni metode penambangan dengan lubang vertikal sempit yang bercabang menjadi terowongan kecil untuk mengakses batu bara. Metode ini dikenal sangat berbahaya dan berisiko tinggi bagi keselamatan pekerja.

Baca Juga :  OJK: Kerugian Akibat Penipuan Digital di Indonesia Capai Rp7,8 Triliun dalam Setahun

Penambangan lubang tikus sendiri telah dilarang oleh pengadilan lingkungan federal India sejak 2014 karena dinilai mencemari lingkungan dan membahayakan nyawa. Meski demikian, praktik tersebut masih marak dilakukan secara ilegal di beberapa wilayah Meghalaya.

Kepala polisi distrik, Vikash Kumar, menyebut ledakan diduga dipicu oleh penggunaan dinamit di dalam tambang. Ledakan tersebut kemudian memicu kebakaran dan menyebabkan akumulasi gas beracun di area tambang. Investigasi forensik masih dilakukan untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.

Menteri Utama Meghalaya, Conrad K. Sangma, telah memerintahkan penyelidikan menyeluruh dan menegaskan akan ada tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Baca Juga :  Pria Berlanyard Gasak Laptop di Hotel Mewah Jakpus, Aksi Terekam CCTV

Sementara itu, Perdana Menteri India Narendra Modi menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tersebut dan mendoakan kesembuhan bagi para korban luka. Pemerintah juga memastikan keluarga korban meninggal dunia akan menerima kompensasi sebesar 200.000 rupee atau sekitar 2.216 dolar AS per keluarga. (Dta)

Berita Terkait

Hujan Deras Disertai Petir, Petani di Pinggir Air Sungai Penuh Meninggal di Sawah
Cegah Karhutla Meluas, TNI-Polri dan Tim Gabungan Perkuat Patroli di Londrang Muaro Jambi
Hotman Paris Apresiasi Penanganan Dugaan Korupsi Eks Jampidsus, Soroti Komitmen Pemerintah Berantas Korupsi
Sidang MDR Memanas, Jaksa Ungkap Pengakuan Terdakwa, PH Minta Tes DNA
Dugaan Pungutan dalam Rekrutmen SPPG di Kerinci Tengah Jadi Sorotan, Masyarakat Minta Transparansi
Kebakaran Hebat Landa Rumah Orang tua Mantan PJ.Bupati Asraf hingga Merambat kerumahnya.
Laporan ITE Berbulan-Bulan Jalan di Tempat, Arya Candra: Jangan Biarkan Pencari Keadilan Digantung Tanpa Kepastian
Perkara MDR Mulai Disidangkan, Tim Hukum Soroti Proses Penyidikan dan Bukti DNA
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB