Jakarta, Porosjambimedia.com – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menegaskan bahwa kelompok bernama Aliansi Muda Nahdlatul Ulama yang melaporkan komika Pandji Pragiwaksono ke Polda Metro Jaya tidak memiliki keterkaitan struktural dengan organisasi PBNU.
Ketua PBNU Ulil Abshar Abdalla menyampaikan bahwa tindakan yang dilakukan kelompok tersebut merupakan inisiatif independen dan tidak dapat dianggap sebagai sikap resmi Nahdlatul Ulama. Menurutnya, PBNU tidak pernah memberikan mandat atau otorisasi kepada kelompok tersebut untuk bertindak atas nama organisasi.
Ulil menjelaskan bahwa penggunaan nama NU oleh berbagai kelompok atau individu bukanlah hal baru. Sebagai organisasi keagamaan besar yang terbuka, NU kerap dijadikan rujukan atau identitas oleh berbagai komunitas dengan kepentingan tertentu.
Ia menambahkan, banyak kelompok yang mengatasnamakan NU bersifat sementara dan terbentuk hanya untuk merespons isu tertentu. Bahkan, tidak sedikit yang eksistensinya sangat singkat dan kemudian menghilang setelah tujuan awalnya tercapai.
Dalam konteks pelaporan terhadap seorang komedian, Ulil menyoroti pentingnya ruang humor dalam kehidupan sosial. Ia menilai bahwa humor memiliki peran besar dalam menjaga kewarasan publik dan menjadi sarana kritik yang sehat.
Menurutnya, sangat disayangkan apabila pelaku seni yang bertugas menghibur masyarakat justru harus berhadapan dengan persoalan hukum. Ulil menegaskan bahwa tawa dan candaan merupakan bagian penting dari dinamika demokrasi dan kehidupan bermasyarakat. (Khy)















